Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PEMERINTAHAN » Kopdar Bareng Netizen, Bupati Banyuwangi Bicara Demokrasi Digital

Kopdar Bareng Netizen, Bupati Banyuwangi Bicara Demokrasi Digital

(1136 Views) July 23, 2014 1:10 pm | Published by | No comment

kopdar bareng bupati banyuwangiBanyuwangi – Pertanggungjawaban publik ke berbagai elemen dilakukan Pemkab Banyuwangi. Setelah melaporkan hasil kerjanya ke ketua RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lain, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melaporkan kinerjanya ke kalangan netizen alias pengguna internet di Banyuwangi.

“Netizen ini strategis. Anak-anak muda berperan luar biasa. Saat ini total ada sekitar 70 juta pengguna internet di Indonesia, dan 95 persennya mempunyai media sosial. Indonesia ini pengguna kelima Twitter terbesar di dunia. Facebook peringkat empat sedunia,” ujar Bupati Anas saat melaporkan kinerjanya ke sekitar 200 pengguna media sosial dan blogger yang ada di Banyuwangi, Rabu (23/7/2014).

Anas menyebut era saat ini sebagai demokrasi digital. Transformasi dan proses kontrol pemerintahan sangat ditentukan oleh pengguna internet. 

“Semua tinggal klik. Di Banyuwangi kami juga berupaya seperti itu. Saat ini Banyuwangi kan sudah menjadi digital society dengan lebih dari 1.200 titik wifi di berbagai ruang publik. Internet itu pula yang kami desain mendorong demokratisasi kebijakan, sebutlah namanya demokrasi digital, biar semua bisa kritik dan beri ide ke pemerintah daerah. Internet memudahkannya, apalagi ada media sosial,” ujarnya.

Dia mencontohkan, banyaknya usulan yang masuk lewat Twitter Pemkab Banyuwangi dan Twitter pribadinya.

“Banyak sekali usulan. Ada yang relevan, ada yang tidak. Yang tidak relevan misalnya mengusulkan agar mengundang Metallica untuk peringatan hari jadi Banyuwangi. Kan mahal itu dan tidak pas dengan nuansa hari jadi. Tapi yang namanya anak muda, maka diwadahilah dengan Banyuwangi Art Week dan Banyuwangi Jazz Festival,” kata Anas.

Efektivitas kontrol melalui media sosial juga bermanfaat untuk pelayanan publik. Dia mencontohkan, saat menunaikan ibadah umrah beberapa waktu lalu, ada warga yang mention di Twitter-nya tentang pungutan di luar prosedural

“Saya cek ternyata betul, dan saat itu pula langsung diberi peringatan dan dimutasi ke tempat lain. Nah inilah perlunya saling bantu lewat dunia digital. Kami sebagai pelayan masyarakat, mohon dibantu, dilapori kalau ada apa-apa,” ujarnya.

Tentu saja, lanjut Anas, ada beberapa hal yang ditindaklanjuti secara bertahap. Misalnya usulan pengembangan infrastruktur yang memakan anggaran besar, memerlukan waktu. 

“Saya memahami ekspektasi publik yang sangat besar. Tapi kan ada mekanisme lelang, sanggahan lelang, dan sebagainya, sehingga perlu waktu. Untuk infrastruktur, kan tidak bisa sekarang usul, besok sudah jadi infrastrukturnya,” tutur Anas.

Dalam kesempatan tersebut, Anas melaporkan kinerja Pemkab Banyuwangi di bidang layanan pendidikan, kesehatan, pertanian, industri, pengembangan UMKM, pariwisata, pelayanan publik dan infrastruktur. 

Mulai dari beasiswa Banyuwangi Cerdas, layanan ambulans 24 jam, revitalisasi rumah sakit dan puskesmas, klinik UMKM, pengurusan surat kependudukan secara lebih cepat, hingga aplikasi android untuk pariwisata dilaporkan ke para netizen.

(Detik.com)

Categorised in:

No comment for Kopdar Bareng Netizen, Bupati Banyuwangi Bicara Demokrasi Digital

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*