Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » EKONOMI » Ketika Pedagang Pasar Sobo Dialog dengan Bupati Abdullah Azwar Anas

Ketika Pedagang Pasar Sobo Dialog dengan Bupati Abdullah Azwar Anas

(992 Views) August 22, 2014 8:22 pm | Published by | No comment

Lihat Detail Rencana Pasar Wisata Langsung Setuju

audensi_dg_pedagang_pasar_sobo_banywuangi

Pedagang Pasar Sobo Dialog Dengan Bupati Abdullah Azwar Anas

Saya seperti mimpi, tapi ketika lengan ini saya cubit terasa. Ini benar-benar nyata, saya bisa diskusi langsung dengan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas terkait rencana pembangunan Pasar Sobo yang akan dibuat terminal dan Pasar Pariwisata Terpadu. Sebelumnya saya selalu berprasangka buruk kepada pemkab, karena mendapat isu yang negatif dan tidak benar. Sekarang saya baru mengetahui yang sebenarnya, kalau pasar dan pedagang tidak digusur justru akan dibenahi menjadi lebih baik moderen. 

Itulah pernyataan Nur Samsi Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Sobo, saat berdialog dengan Bupati Anas, bersama pedagang lainnya di Pendopo belakang Shaba Swagata Blambangan, Rabu malam (20/8). Selain mengungkapkan rasa leganya, Samsi pemilik counter handpone yang ada di Pasar Sobo juga minta ditunjukkan konsep rencana pembangunan Pasar Sobo. Termasuk menanyakan apakah semua pedagang yang ada di Pasar Sobo akan diakomodir? “Bagaimana teknis pembangunan pasar dan terminal wisata?

Menjawab pertanyaan Nur Samsi, Bupati Anas yang malam itu didampingi seluruh pejabat terkait pembangunan Pasar Sobo, mulai Asisten Pemerintahan Choiril  Ustadi, Kepala Dinas PU dan Bina Marga, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Pendapatan, Camat Banyuwangi, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM serta lainnya menjelaskan dengan detail dan penuh keadilan tentang rencana renovasi Pasar Sobo menjadi Pasar Seni dan Terminal Wisata.

Dikatakan Bupati Anas, sebagai upaya untuk terus mendorong akselerasi pergerakan ekonomi rakyat agar merata dan berkualitas, pemerintah terus berusaha memproteksi pedagang kecil dengan melarang Indomaret dan Alfamart tumbuh di Banyuwangi. Proteksi lainnya dengan merevitalisasi pasar-pasar tradisional menjadi pasar rakyat yang tertata, bersih, dan nyaman.

Karena kecenderungan masyarakat sekarang lebih senang belanja di mall atau supermarket.Selain packaging bagus, barangnya tertata dan menarik, padahal kualitas barangnya terkadang sama dengan di pasar. Untuk inilah, pemerintah ingin menata Pasar Sobo ini menjadi pasar terpadu. Artinya apa? Pasar ini akan dibangun menjadi pasar tradisional yang bersih dan moderen serta berbasis kesenian dan kerajinan lokalyang dilengkapi terminal pariwisata. “Tentunya dengan menggaransi semua pedagang yang kini ada tetap berhak berdagang di pasar yang baru tanpa memilih-milih pedagang,” ujar Bupati Anas.

Terkait konsep bangunan, lanjut Bupati Anas, pemerintah tidak setengah-setengah dalam membangun gedung. Pasar Terpadu ini nanti akan didesain arsitek handal Yori Antar atau Adi Purnomo. Terkait penataan kata Bupati, akan ditata di dalam sehingga asas keadilan bisa ada di pasar. “Tidak dipungkiri setiap kebijakan pemerintah yang manfaatnya belum sepenuhnya dikatahui masyarakat selalu menimbulkan pro dan kontra. Tetapi secara bijaksana berkeadilan pemerintah akan selalu menampung aspirasi masyarakat hingga akhirnya rakyat memahami  rencana pemerintah. Kalau terpadu jadi nanti, dipastikan pedagang akan meraih keuntungan yang lebih banyak. Karena pasar ini akan menjadi pusat jujugan masyarakat, seperti Pasar Seni Sukowati di Bali. Sisi lain pedagang tradisional tetap akan diberi porsi di sini,” terang Bupati Anas.

Mendengar  paparan dan penjelasan dari Bupati beserta stafnya ini, para pedagang yang diundang Bupati ini akhirnya mengerti dan mengubah imagenya kalau ternyata pemerintah tidak seperti yang diisukan.  “Terimakasih, Pak atas penjelasannya. Dengan begini kami bisa paham rencana pemerintah. Secara pribadi dan mewakili pedagang kami tidak keberatan dengan rencana pemerintah dan kami akan mendukung sepenuhnya. Memang beberapa bulan lalu kami sempat berburuk sangka kepada pemerintah, karena infomasi yang kami dapat tidak seperti ini. Kami mohon maaf, Pak?,” kata Nur Samsi.

Selain meminta maaf, Nur Samsi juga sempat menanyakan apa dia atau pedagang lainnya masih diperbolehkan jualan handpone, tatkala pasar sudah direnovasi. Terkait pertanyaan Saudara Samsi, apa masih boleh jualan handpone? Atau pedagang lain masih boleh jualan seperti yang ada saat ini. Tentunya, ini akan menjadi win-win solution pemerintah dan pedagang, artinya sama-sama mengerti. Kalau konsepnya pasar seni nanti ya tentunya akan menyesuaikan, tetapi kami memahami secara bertahap para pedagang pasti bisa menyesuaikan.  “Sebenarnya yang dicari pedagang itu kan untung, bukan jualan apa. Nah kalau jualan batik lebih laris dari handpone pasti akan milih jualan handpone. Ya bisa separo jualan handpone separohnya jualan batik, lama-lama akan terbiasa,” jlentreh Bupati dengan bijak.

Puas dengan jawaban Bupati Anas, kembali para pedagang ini menunjukan sikap yang berbeda saat belum mendapat penjelasan dan sesudahnya. Di akhir acara mereka sepakat menyatakan mendukung segala kebijakan pemerintah yang dapat memberikan keuntungan kepada masyarakat.(Humas & Protokol)

Categorised in:

No comment for Ketika Pedagang Pasar Sobo Dialog dengan Bupati Abdullah Azwar Anas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*