Thursday, August 6, 2020
Home PARIWISATA Kemenpar Dukung Pengembangan Studi Pariwisata di Banyuwangi

Kemenpar Dukung Pengembangan Studi Pariwisata di Banyuwangi

Jakarta – Kementrian Pariwisata  memberikan dukungan penuh pada pengembangan pariwisata Banyuwangi. Salah satunya dengan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pariwisata lewat penguatan studi kepariwisataan di Politeknik Negeri Banyuwangi.   Dukungan ini disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat memberikan sambutan pada lanching Banyuwangi Festival di Kementrian Pariwisata, Gedung Sapta Pesona, Sabtu (28/2).

Arief Yahya mengatakan pengembangan pariwisata Banyuwangi telah berada di positioning yang tepat. Pemerintah daerah juga dianggap memiliki komitmen tinggi dalam mempromosikan pariwisata daerah. Untuk itu kementrian pariwisata memberikan apresiasi dengan mendukung penyiapan sumber daya manusia (SDM) lewat penguatan studi kepariwisataan di Politeknik Banyuwangi . “Kita akan dukung studi kepariwisataan yang saat ini sudah ada di Politeknik Banyuwangi. Caranya melalui kerjasama dengan sekolah tinggi pariwisata (STP) yang sudah eksisseperti STP yang ada di Bali,” kata Arief.

Saat ini Politeknik Banyuwangi sendiri telah memiliki jurusan Manajemen Bisnis Pariwisata (MBP) dengan jenjang Diploma 4 (D4). Jurusan ini dibuka mulai tahun 2013 setelah Politeknik Banyuwangi mendapatkan status negeri dari Kementrian Pendidikan. Saat ini jurusan MBP telah berjalan dua angkatan dengan jumlah mahasiswa sebanyak 150 orang.

Salah satu penguatan studi kepariwisataan yang akan didukung oleh Kemenpar adalah studi wisata bahari. Menurut Menpar Banyuwangi memiliki potensi bahari yang luar biasa untuk dikembangkan. “Contohnya di Bangsring, disitu potensinya sangat baik,” cetus Menpar.

Tidak hanya itu, untuk menyiapkan SDM pariwisata Menpar juga akan mengambil 100 anak Banyuwangi untuk ditempa menjadi pemuda level ASEAN. Mereka ini nantinya akan akan dididik khusus agar memiliki kompetensi yang mumpuni di bidang ini. “Ini semua untuk mewujudkan industri kepariwisataan yang kuat di BAnyuwangi,” ujarnya.

Terkait pariwista bahari tersebut, Arief meminta agar Banyuwangi membangun marina atau dermaga sandar kapal layar seperti yacht. Ini akan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan asing  kelas atas. Segmen wisatawan ini menghabiskan waktu lebih panjang yang berarti uang yang dibelanjakan di Banyuwangi juga semakin banyak. “Minimal mereka seminggu disini bahkan bisa berbulan-bulan,” cetus Menpar.

Selain menarik wisatawan asing, kata Arief, pembangunan marina juga akan menjadi atraksi wisata baru yang menarik. Deretan kapal-kapal yang bersandar di marina akan menjadi tontonan unik  khususnya bagi wisatawan lokal. “Ini sudah terbukti contohnya di Meulbourne, Australia, marina selalu ramai dikunjungi wisatawan,” tutur Arief. (Humas Protokol)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*

Most Popular

Hasil Rapid Test 22 Tenaga Medis Banyuwangi Reaktif, Fraksi PKB: Ini Serius

KABAR RAKYAT - Hasil rapid test 22 orang tenaga medis di Kabupaten Banyuwangi menunjukan hasil reaktif. Hal ini menjadi perhatian serius Fraksi Partai Kebangkitan...

Dinas Pertanian Pangan Minta Masyarakat Hati-hati Beli Daging Murah

KABAR RAKYAT - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi menghimbau masyarakat agar berhati-hati dalam membeli daging sapi dengan tidak tergiur harga murah. Apalagi pada...

Empat Orang Warga Sarongan dan Kandangan Diamankan Reskrim Polresta Banyuwangi

KABAR RAKYAT -  Empat orang diduga pelaku perusakan dan pengeroyokan, tiga fasilitas gedung dan lima orang petugas pada Balai Taman Nasional Meru Betiri (BTN-MB)...

Pasien Positif Corona di Banyuwangi Kini Bertambah Satu Orang Lagi

BANYUWANGI – Pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Banyuwangi hari ini, Minggu (17/5/2020), bertambah 1 orang sehingga menjadi lima orang. Pasien terbaru atau...

Recent Comments

infobanyuwangi on Pengeroyok Pemuda Krajan Dibui
infobanyuwangi on Kopdar IM Banyuwangi ke-2
mohammad taufiqurrohim on Program Beasiswa BANYUWANGI CERDAS
Live Update COVID-19 Indonesia