Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali

Click to open Menus
Home » PENGHARGAAN » Kemenpan dan RB Apresiasi Reformasi Birokrasi di Banyuwangi

Kemenpan dan RB Apresiasi Reformasi Birokrasi di Banyuwangi

(839 Views) January 29, 2014 8:13 am | Published by | No comment

JAKARTA – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) mengapresiasi kinerja reformasi birokrasi di tubuh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Salah satu program yang paling mendapat perhatian adalah program ”Bayi Lahir Langsung Pulang Bawa Akta”, yang berarti setiap bayi yang lahir di Banyuwangi langsung keluar akta kelahirannya dalam hitungan jam. Agar lebih membumi sesuai bahasa lokal, program itu dinamai ”Lahir Procot Pulang Bawa Akta”.

Apresiasi dari Kemenpan RB itu tampak dalam acara Penghargaan Akuntabilitas Kinerja Pemkab/Pemkot 2013 yang digelar di Jakarta, Rabu (29/1/2014), dan dihadiri oleh Pemkab/Pemkot se-Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Banyuwangi diberi kesempatan mempresentasikan program-program reformasi birokrasi di tempat pameran yang telah disiapkan. Pemda yang diberi kesempatan adalah DKI Jakarta dan Kota Bandung.

Alhamdulillah, inisiatif dari Banyuwangi memperoleh tanggapan positif dari kementerian. Tapi itu bukan yang terpenting. Yang terpenting dari tujuan program pelayanan publik ini adalah rakyat senang dan puas,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Bupati Anas mengatakan, reformasi birokrasi ini memang bukan suatu hal yang sekali jadi. ”Ada prosesnya karena mungkin sudah sekian lama birokrasi kita ada di zona nyaman,comfort zone, sehingga cara kerjanya lebih bersifat rutinitas. Sudah sejak empat tahun terakhir, di Banyuwangi kita ubah paradigma seperti itu,” kata Bupati Anas.

Di Banyuwangi, setiap bayi yang lahir akan langsung mendapat akta kelahiran dalam hitungan jam. Tempat persalinan yang melayani program ini adalah seluruh Puskesmas di Banyuwangi (45 puskesmas), rumah sakit pemerintah, dan lima RS swasta. Syarat yang dibutuhkan untuk kepengurusan akta lahir yang bisa dibilang ”super-kilat” ini antara lain Kartu Tanda Penduduk (KTP) orangtua, buku nikah, dan nama calon bayi. Nama bayi sudah harus siap karena itu akan tercantum di akta kelahiran.

Bupati Anas mengatakan, proses pembuatan akta tidak ketika hari melahirkan. ”Jika syarat itu lengkap, pas hari lahir, akta dicetak lalu langsung diantarkan Pak Pos ke Puskesmas atau RS tempat melahirkan. Kami sudah kerja sama dengan PT Pos. Misalnya ada hujan deras, akta tetap diantarkan dalam hitungan jam. Semuanya gratis,” kata Bupati Anas.

Seiring dengan keluarnya akta kelahiran tersebut, secara otomatis juga akan terbit Kartu Keluarga (KK) baru karena telah ada anggota keluarga anyar. ”Ke depan, layanan ini diperluas hingga ke bidan-bidan pelosok desa. Jadi tidak hanya di lingkup puskesmas dan rumah sakit,” ujarnya.

Bupati Anas menambahkan, kunci sukses dari reformasi birokrasi adalah pada responsivitas. Responsif bukan hanya dalam artian kecepatan pemberian layanan, tapi juga mampu menangkap pola perubahan sosial-ekonomi di masyarakat. ”Misalnya soal pola komunikasi. Untuk pengaduan layanan, kita siapkan banyak kanal, mulai dari SMS sampai curhat di Twitter,” pungkas Bupati Anas. (Humas & Protokol)

Categorised in:

No comment for Kemenpan dan RB Apresiasi Reformasi Birokrasi di Banyuwangi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

you MUST enable javascript to be able to comment