Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Kecamatan Blimbingsari Sejarah Pintu Gerbang Blambangan

Kecamatan Blimbingsari Sejarah Pintu Gerbang Blambangan

(456 Views) January 19, 2017 11:18 am | Published by | No comment

Oleh ; 

Eko Budi Setianto

Terbentuknya Kecamatan Blimbingsari yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Rogojampi dan Kecamatan Kabat, seakan membuka kembali sejarah kuno Banyuwangi, yang dahulu kala bernama Blambangan.

Dalam catatan sejarah, di salah bagian wilayah Kecamatan ke 25 Banyuwangi ini ada sebuah kawasan pelabuhan alam yang disebut ‘Banyu Alit’, tepatnya di sebelah timur Desa Blimbingsari saat ini. Pelabuhan ‘Banyu Alit’ merupakan salah satu pintu gerbang pendaratan ratusan laskar dari Kerajaan Buleleng (Bali) yang diutus ke Kerajaan Blambangan yang berpusat di Macan Putih, untuk meredam huru-hara yang terjadi saat berlangsungnya suksesi kekuasaan dari Prabu Tawangalun kepada anaknya, Pangeran Sasaranegara, sekitar tahun 1697.

Konon, Kerajaan Buleleng mengutus Gusti Made Karangasem dan Gusti Gede Panji Kertanegara beserta 400 bala tentara dan 500 pasukan pemikul untuk mengatasai huru hara di wilayah Kerajaan Blambangan. Gede Panji Kertanegara beserta pasukannya mendarat di Banyu Alit, sedangkan Gusti Made Karangasem dan pasukannya mendarat di kawasan Watudodol.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 23 Maret 1766, pasukan VOC (Belanda) di bawah pimpinan Edwin Blanke mendarat di Banyualit. Pendaratan pasukan VOC di Banyualit ini merupakan awal permulaan penjajahan Belanda di Bumi Blambangan. Dan dua peristiwa sejarah yang bermula dari Pelabuhan Banyualit (Blimbingsari) inilah yang menjadi tonggak sejarah masuknya para penjajah ke Bumi Blambangan atau Banyuwangi.

Hingga ratusan tahun kemudian, saat Kabupaten Banyuwangi dipimpin Bupati H Abdullah Azwar Anas, Blimbingsari kembali mencatatkan sejarah sebagai wilayah kecamatan baru dengan berjuta potensi dan harapan baru. Sebagai satu-satunya wilayah yang memiliki Bandar Udara (Bandara), Kecamatan Blimbingsari yang roda pemerintahannya mulai digerakkan pada 3 Januari 2017 lalu, diharapkan akan menjadi ‘pusaran baru’ bagi perekonomian Banyuwangi.

Ditambah lagi dengan potensi kelautannya, tanah pertaniannya yang subur, serta kultur-budaya masyarakatnya yang sangat terjaga, bukan hal yang mustahil bila Kecamatan Blimbingsari akan segera melejit menjadi kecamatan paling maju dan modern di Banyuwangi. (penulis adalah wartawan Memorandum)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Kecamatan Blimbingsari Sejarah Pintu Gerbang Blambangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*