Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » EKONOMI » Kebijakan Menhub ‘Membunuh’ Asongan dan Penjual Koran

Kebijakan Menhub ‘Membunuh’ Asongan dan Penjual Koran

(991 Views) April 9, 2016 7:07 pm | Published by | No comment

Dampak Larangan Berjualan di Pelabuhan Ketapang

Larangan Jualan di Pelabuhan ASDP

Banyuwangi, Memorandum – Larangan adanya penjual asongan dan loper koran masuk zona C (halamaan parkir) dan D (dalam kapal) di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi sesuai ketentuan aturan yang dikeluarkan Menteri Perhubungan sejak tanggal 28 maret 2016 perlahan mulai mengurangi penghasilan para asongan.

Padahal sebelumnya, menurut aturan yang dikeluarkan Menteri Perhubungan tanggal 21 Januari 2016 para asongan mendapat kelonggaran berdagang diluar maupun didalam kapal dengan lima pedagang secara bergantian masuk dalam zona D saat kapal sandar.

merasa dibatasi serta belum adanya sosialisasi yang jelas dari pihak ASDP, para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Asongan (PPA) Ketapang serbu Kantor ASDP Ketapang, siang kemarin (7/4).

Mereka mendesak manajemen ASDP mencabut atau setidaknya memberi kelonggaran kepada asongan berjualan di atas kapal. Aksi protes para pedagang ini diluapkan dengan pencopotan banner dialarangnya asongan berjualan yang terpasang diapagar ASDP Ketapang.

Muhammad Sunoto, Koordiantor Paguyuban Pedagang Asongan (PPA) Ketapang mengaku, pembatasan pedagang ini dinilai mematikaan penghasilan para pedagang asongan. Sebab, jumlah pedagang asongan di Ketapang mencapai 190 orang. Mereka terbagi dalam dua shift, siang dan malam. Selama ini, pedagang memilih berjualan di atas kapal karena lebih laris. “Itu pun hanya saat kapal sandar. Setelah kapal berangkat, kita turun ke dermaga,” jelasnya.

Yang sangat disayangkan, larangan ini belum ada sosialisasi sebelumnya ke pedagang. Bahkan sebelas kali melakukan usaha koordinasi dengan pihak ASDP juga belum ada kepastiaan yang jelas. Pihaknya berharap, kebijakan ASDP ini bisa ditinjau ulang. Sebab, pedagang asongan yang menggantungkan dari berjualan di kapal sangat banyak daripada hanya berdagang dihalaman luar ASDP Ketapang. “Sudah lama kami bermitra dengan ASDP berjualan di atas kapal. Bahkan, pakai seragam hingga tanda pengenal dari ASDP. Tapi, kenapa sekarang dibatasi berjualan di kapal,” keluh Muhamad Sunoto.

Oleh sebab itu, Hari Senin pekan depan “kami dari pihak PPA akan melayangkan surat kepada ASDP Ketapang untuk  sekedar pengajuan koordinasi bersama terkait munculnya aturan Menteri Perhubungan terbaru tersebut bersama pihak ASDP, sukur-sukur para asongan dapat kembali beraktifitas berdagang seperti sebelumnya, pungkas Sunoto.

Sementara itu, Manajer Operasional PT. Indonesia Ferry(Persero) ASDP Ketapang, Wahyudi Susianto, saat dihubungi via telephon mengaku belum bisa mengabulkan permintaan pedagang asongan tersebut. Namun, pihaknya akan tetap melaksanakan regulasi yang telah diputuskan terkait sterilisasi kawasan zona C dan D. Hal tersebut merupakan keputusan pemerintah pusat yang bertujuan baik bagi pelabuhan.

Regulasi ini bukan bermaksud mematikan mata pencarian seseorang, melainkaan agar pelabuhan rapi, aman, dan pengguna jasanya. Pedagang boleh berjualan tapi di zona-zona yang sudah ditentukan, mohon pengertiannya, jelas Wahyudi. (fat/coi)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Kebijakan Menhub ‘Membunuh’ Asongan dan Penjual Koran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*