Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » KRIMINAL » Kasus Penjualan Asset KUD ‘Usaha Bersama’, Pengurus Baru Tempuh Jalur Hukum

Kasus Penjualan Asset KUD ‘Usaha Bersama’, Pengurus Baru Tempuh Jalur Hukum

(504 Views) November 3, 2016 10:52 am | Published by | No comment
kasus-penjualan-asset-kud

– Asset tanah milik KUD Usaha Bersama Kecamatan Kabat, yang dijual oleh orang-orang yang mengaku sebagai pendiri.

Banyuwangi, Memorandum – Penanganan kasus penjualan asset tanah dan Bangunan milik KUD ‘Usaha Bersama’ Kecamatan Kabat, oleh beberapa orang yang mengaku sebagai pendiri, terus bergulir. Perkembangan terbaru kasus tersebut, Selasa (1/11) lalu telah digelar Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) KUD Usaha Bersama, dengan agenda utama membahas tentang kasus penjualan asset tersebut.

Sebelum masuk ke agenda utama, RALB yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Kabat dan diawasi langsung oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Diskop & UMKM) Kabupaten Banyuwangi, sebagai pembina, sebelumnya telah berhasil membentuk dan menetapkan susunan kepengurusan baru, yang diketuai oleh mantan Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, H Adil Achmadiyono.

Ditemui Memorandum di tempat tinggalnya, H Adil Achmadiyono, menjelaskan, RALB sudah memutuskan, pengurus baru yang sudah terbentuk ditugaskan untuk melakukan penyelamatan asset-asset KUD. “ Karena berdasarkan laporan pertanggung-jawaban dari pengurus sebelumnya, ternyata banyak asset KUD yang perlu segera diselamatkan. Selain asset tanah seluas 6.780 M2 yang sudah dijual seharga Rp 4 miliar oleh beberapa orang yang mengaku sebagai Pendiri, juga ada asset tanah yang digadaikan, dan ada juga asset yang dikelolakan kepada pihak lain dengan status ‘Senden’. Jadi tugas utama para Pengurus baru adalah menyelamatkan asset-asset tersebut,” jelas H Adil, Rabu (2/11).

Menurut H Adil, sebagai langkah awal pihaknya telah berkirim surat resmi kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menghentikan proses balik nama penjualan asset tersebut. Dalam waktu dekat, lanjutnya, pihaknya akan datang langsung ke BPN untuk mengurus masalah tersebut. “Selain itu, kita juga segera akan memasang papan nama yang menyatakan bahwa asset tersebut adalah milik KUD Usaha Bersama. Berdasarkan bukti Surat Kuasa nomor; 51/D.15/K/1975 tertanggal 9 Juni 1975 yang diberikan oleh Pengurus Koperasi waktu itu kepada Asmuni AZ untuk melakukan pembelian sebidang tanah yang akan dipergunakan untuk pembangunan kantor dan gudang, jelas terbukti bahwa asset tanah tersebut adalah milik KUD, bukan milik perorangan. Dan selama ini, Pengurus KUD Usaha Bersama tidak pernah melakukan penjualan asset. Jadi yang menjual asset itu adalah orang-orang yang bukan Pengurus KUD Usaha Bersama,” beber H Adil.

Menurut H Adil, pihaknya akan menempuh jalur hukum bila upaya penyelamatan asset tersebut mengalami kendala di lapangan. “Kita tidak ada urusan dengan siapa yang membeli dan siapa yang menjual. Karena itu adalah asset KUD dan selama ini pengurus tidak pernah melakukan penjualan asset,” tegasnya.

Terpisah, pihak Diskop & UMKM melalui Kasi Mediasi Koperasi, Bagian Kelembagaan Koperasi, Mohammad Gufron, menyatakan, pihaknya akan mendorong pengurus baru KUD Usaha Bersama Kabat untuk melakukan penyelamatan asset. “Selanjutnya, kita menunggu laporan hasil kegiatan pengurus baru. Dan sebagai Pembina kita akan terus mendampingi untuk penyelamatan asset-asset KUD,” kata Gufron, diruang kerjanya, kemarin. (bud)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Kasus Penjualan Asset KUD ‘Usaha Bersama’, Pengurus Baru Tempuh Jalur Hukum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*