Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » EKONOMI » Kasus Penjualan Asset KUD “Usaha Bersama” Komisi I & II DPRD Segera Membentuk Tim

Kasus Penjualan Asset KUD “Usaha Bersama” Komisi I & II DPRD Segera Membentuk Tim

(484 Views) September 29, 2016 3:18 pm | Published by | No comment

kasus-penjualan-asset-koperasi-bwi-susianto

1. Fraksi Kebangkitan Bangsa, H. Susianto
2. Fraksi Golkar-PAN, Ruliyono, SE
3. Komisi II, Muhamad Sahlan

Banyuwangi, Memorandum – Kasus penjualan asset tanah milik KUD ‘Usaha Bersama’ Kabat oleh beberapa orang yang sebagai mengaku pendiri, mendapat perhatian serius kalangan DPRD. Beberapa anggota DPRD yang dihubungi Memorandum, menyatakan, mulai serius mendiskusikan masalah tersebut baik secara internal fraksi maupun dengan alat-alat kelengkapan DPRD.

Sebagaimana diungkap oleh 2 anggota Fraksi Golkar – PAN, Ruliyono, SH., dan Muhammad Sahlan, tidak tertutup kemungkinan pihaknya akan mendorong Pimpinan DPRD untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) penanganan kasus tersebut. “Bisa dipastikan bahwa kasus penjualan asset KUD ini akan diagendakan untuk dibahas. saat ini, komisi-komisi terkait masih melakukan persiapan dan pengumpulan data-data di lapangan,” ungkap Ruliyono, Rabu (28/9).

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Fraksi PKB, H Susianto. Menurutnya, saat ini dia dan para anggota Komisi I tengah mengumpulkan data tentang erkoperasian di Banyuwangi untuk  dijadikan sebagai refferensi, sebelum membawa kasus tersebut dalam hearing.

Sebagaimana diberitakan dalam beberapa hari terakhir, penjualan asset tanah seluas 6.780 M2 milik KUD ‘Usaha Bersama’ Kabat oleh beberapa orang yang mengaku Pendiri, membuat jajaran Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Banyuwangi kebakaran jenggot. Informasi yang dihimpun Memorandum dari beberapa sumber terpercaya, asset yang nota-bene adalah milik anggota itu laku terjual seharga Rp 4 miliar.

Penjual asset tersebut adalah 4 orang yang mengaku sebagai pendiri koperasi yang awalnya bernama Badan Usaha Unit Desa (BUUD) yakni; H Nawawi, H Hudhori, H Ismail dan Mad’hie. Keempat orang tersebut menjual asset dengan mengatas-namakan Kuasa BUUD “Usaha Bersama”/KUD Unit 5 Kabat, dengan melibatkan ahli waris pemilik tanah sebelumnya, Moh Mustain Taufik. Karena, berdasarkan Sertifikat Hak Milik No.201/Desa Pakistaji, gambar situasi tanggal 9 Juni 1977 No.1430/1977, tanah seluas 6.780 M2 tersebut masih atas nama; Asmuni Azis.

Kini, kasus yang semakin mencuat ke permukaan ini diperkirakan akan berdampak luas dan memunculkan banyak kasus lain yang dialami dunia perkoperasian di Banyuwangi. (bud)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in: , ,

No comment for Kasus Penjualan Asset KUD “Usaha Bersama” Komisi I & II DPRD Segera Membentuk Tim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*