Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PENDIDIKAN » Kapolres Kumpulkan Dua Kubu Perpenas

Kapolres Kumpulkan Dua Kubu Perpenas

(579 Views) August 27, 2016 2:49 pm | Published by | No comment

BEda Tafsir PTUN, tengahi

Banyuwangi Memorandum – Pasca insiden memanasnya kembali Perpenas 17 Agustus tersebut, Polisi mengumpulkan dua kubu Perpenas yang bersengketa. Kubu Sugihartoyo dan Waridjan diminta datang untuk melakukan pertemuan tertutup di salah satu rungan di kompleks gedung Perpenas 17 Agustus 1945 Banyuwangi.

Kedatangan kubu Waridjan di warnai penolakan pendukung Sugihartoyo. Bahkan sempat terjadi aksi saling dorong dan saling ejek antara pendukung Sugihartoyo dengan orang yang datang bersama Waridjan. Bahkan Didik Suhariyanto diusir keluar dari kompleks Gedung Perpenas.

Kendati demikian situasi dapat dikendalikan Petugas kepolisian yang mengawal ketat pertemuan tersebut. Pelni Rompis yang beberapa kali berusaha menghalangi pendukung Waridjan masuk ke komplek Perpenas mendapat teguran keras dari Kapolres. “Kalau anda tidak diam saya borgol anda,” tegas Kapolres pada Pelni Rompis.

Pertemuan tertutup antara kubu Waridjan dan Sugihartoyo dengan mediator Kapolres Banyuwangi berlangsung lebih dari dua jam. Informasi yang diterima Memorandum pertemuan itu menghasilkan beberapa poin kesepakatan. Namun tidak dijelaskan poin-poin kesepakatan tersebut.

Ditemui usai pertemuan, Kapolres Banyuwangi enggan berkomentar banyak. Oraang nomor satu ini hanya menyampaikan isi kesepakatan intinya dalam bingkai damai untuk kepentingan mahasiswa. “Kedepan diselesaikan dengan hukum acara yang ada sambil menunggu inkra,” jelas Budi Mulyanto dengan singkat.

Mengenai kesepakatan itu, Waridjan menyatakan dari sekian kesepakatan yang ada intinya memihak Kapolres dan kubu Sugihartoyo. Pria ini menyatakan ada beda tafsir mengenai putusan PTUN tersebut. “Intinya meminta audiensi ke PTUN menanyakan tentang putusan itu karena ada tafsir yang berbeda-beda,” katanya.

Sementara itu Sugihartoyo juga enggan menyebutkan isi kesepakatan. Karena sudah disepakti untuk hasil kesepakatan disampaikan satu pintu melalui Kapolres. Dirinya menolak untuk menceritakan kesepakatan dalam pertemuan itu untuk menghormati kesepakatan itu sendiri.

Terkait Penunjukan Pelni Rompis sebagai Kepala Sekolah SMA 17 Agustus 1945 Banyuwangi Sugihartoyo membenarkanya. Penunjukan dilakukan karena Anton Sunartono tidak melaksanakan tugas-tugas yang diperintahkan perpenas. Bahkan Anton melarang siswa dan guru ikut upacara dan kegiatan yang lain. “Pak Anton diganti, diberhentikan dengan hormat,” bebernya.

Mengenai status PNS Pelni Rompis, pihaknya menghormati hal itu sebagai salah satu syarat Administrasi. Untuk itu pihaknya masih menunggu surat rekomendasi dari dinas. “Secara lisan sudah kami dapatkan (rekomendasi) asalkan tidak definitive, sehingga status pak Pelni adalah pelaksana tugas,” pungkasnya. (jai)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

 

Categorised in:

No comment for Kapolres Kumpulkan Dua Kubu Perpenas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*