Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PERISTIWA » Kades Tamansuruh Tersangka Kasus Prona Meninggal di Rumah Sakit

Kades Tamansuruh Tersangka Kasus Prona Meninggal di Rumah Sakit

(1294 Views) March 20, 2016 9:15 am | Published by | No comment
Kades Tamansuruh

Jenazah Ferdinand B. Iwanowsky, Kades Taman Suruh saat akan dibawa pulang pihak keluarga dengan mobil ambulans

Banyuwangi, Memorandum – Ferdinand B. Iwanowsky, Kepala Desa Taman Suruh, Kecamatan Glagah, yang ditahan Kejaksaan Negeri Banyuwangi meninggal dunia kemarin (19/3). Pria yang ditahan dalam kasus dugaan gratifikasi program Prona ini meninggal di RSUD Blambangan. Pria ini memang diketahui sedang menderita penyakit tumor paru-paru.

Kabar meninggalnya Ferdinand ini dibenarkan pihak Lapas Banyuwangi. Kasi Pembinaan Lapas Banyuwangi, Sunaryo, menyatakan yang bersangkutan meninggal dunia karena sakit. Selama ini, kata Dia, Ferdinand memang di rawat di RSUD Blambangan karena penyakit yang dideritanya. “ Meninggalnya kalau tidak salah sekitar pukul 10.30 WIB,” ujarnya.

Status Ferdinand, lanjut Sunaryo adalah tahanan titipan Kejaksaan Negeri Banyuwangi. Menurutnya, sejak dititipkan ke Lapas pada awal Maret lalu, Ferdinand hanya sehari berada di Lapas. “Sehari setelah dititipkan dia dirawat di rumah sakit sampai yang bersangkutan meninggal pagi tadi,” jelasnya.

Beberapa jam setalah meninggal dunia, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Korban kemudian dibawa pulang dengan ambulans dari kamar mayat RSUD Blambangan.

Untuk diketahui, Ferdinand di tahan penyidik Kejaksaan Negeri Banyuwangi sejak Rabo (2/3) lalu. Dia menyandang status sebagai tersangka dalam perkara dugaan menerima grativikasi dalam pelaksanaan program Prona tahun 2013. Versi Jainuri, pengacara Ferdinand, uang senilai Rp 12 juta yang diterima Ferdinand bukan gratifikasi tetapi lebih tepat disebut biaya administrasi karena uang tersebut tidak diterima sekaligus.

Dalam pelaksanaan Prona di Desa Taman Suruh ada 200 orang peserta. Hasil rapat panitia dengan peserta Prona, disepakati biaya yang diluar tanggungan Negara ditanggung peserta Prona. Dana tersebut antara lain untuk transportasi, untuk rapat dan lain-lain. Jumlah biaya yang harus dibayar untuk masing-masing peserta disepakati sebesar Rp 600 ribu.

Dalam perkara ini, Ferdinand dijerat dengan pasal alternative seperti pasal  5, 11 dan 12 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 jo Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.(jai)

Sumber : Koran Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Kades Tamansuruh Tersangka Kasus Prona Meninggal di Rumah Sakit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*