Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PEMERINTAHAN » Kabupaten Banyuwangi Larang Klab Malam, Diskotek dan Panti Pijat

Kabupaten Banyuwangi Larang Klab Malam, Diskotek dan Panti Pijat

(1059 Views) August 19, 2014 1:32 pm | Published by | No comment

BANYUWANGI – Tidak hanya berfokus mengupayakan kemajuan daerah, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga melindungi warganya dari pengaruh negatif penyalahgunaan tempat-tempat hiburan. Dengan tegas, Pemkab melarang berdirinya klab malam, diskotek dan panti pijat. Ketiga jenis tempat hiburan itu ditengarai berpotensi sebagai tempat berkembangnya perilaku yang bertentangan dengan norma agama dan juga norma susila.

Bupati Abdullah Anas mengatakan, upaya pemerintah daerah menggenjot sektor pariwisata untuk memajukan daerah juga dibarengi dengan kesadaran akan dampak lain yang mengiringinya. Tidak bisa dipungkiri, beberapa daerah dengan pariwisata yang pesat dibarengi dengan munculnya pusat-pusat hiburan yang tidak terkendali.

 “Kita tidak ingin ini terjadi di Banyuwangi, maka perlu langkah antisipasi sejak awal dengan membuat peraturan yang tegas,” ujar Bupati usai mengesahkan 5 rancangan peraturan daerah (raperda) termasuk salah satunya Raperda Ketertiban Umum, di gedung DPRD Banyuwangi, Senin (18/8).

Tidak hanya melarang berdirinya klab malam, karaoke dan panti pijat, Pemkab juga membidik tempat-tempat karaoke. Semua karaoke yang ada di Banyuwangi wajib mencantumkan identitas karaoke keluarga. Ketentuan lain yang harus dipenuhi oleh pengusaha karaoke adalah karaoke dilarang tertutup alias wajib transparan hingga dapat terlihat dari luar.  Dinding bangunan bagian depan dan pintu harus terbuat dari kaca dan tidak boleh memakai lampu yang remang-remang. Dan satu lagi, kalau pun ada pemandu lagu, maka ia wajib berpakaian sopan.

“Kita ingin tempat hiburan tidak disalahgunakan dan bisa menghormati orang-orang yang memang ingin refreshing. Kita juga ingin image tempat hiburan berimage positif tidak berkonotasi sebaliknya. Semua karaoke yang sudah berjalan harus mematuhi ketentuan ini untuk memperpanjang izin usaha. Sedangkan karaoke baru kami berlakukan moratorium,” kata Bupati Anas.

Satu lagi yang tidak luput dari perhatian Pemkab, yakni warung internet.  Warnet-warnet yang biasa menjadi sarang para pelajar yang keranjingan game online ini juga dibatasi.Warnet tidak boleh menerima pelajar pada waktu jam pelajaran sekolah maupun menerima pengunjung yang berseragam sekolah. Dan tidak boleh menyediakan akses yang bersifat pornografi. Jam beroperasinya juga dibatasi mulai pukul 06.00 wib sampai 23.00.

“Kalau sampai melanggar maka kami tegas akan menutup tempat hiburan maupun warnet yang tidak menaati peraturan. Ini adalah langkah kecil kami melindungi daerah terutama anak-anak muda dari pengaruh negatif penyalahgunaan fasilitas umum yang semestinya mampu memberikan banyak manfaat,” pungkas Bupati Anas. (Humas Protokol)

Categorised in:

No comment for Kabupaten Banyuwangi Larang Klab Malam, Diskotek dan Panti Pijat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*