Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » KRIMINAL » Jual Beli Aset KUD Rp 4 Miliar Harus Dibatalkan

Jual Beli Aset KUD Rp 4 Miliar Harus Dibatalkan

(863 Views) September 22, 2016 7:06 pm | Published by | No comment
asset-kud-dijual-rp-4-miliar-h-nawawi

– H Nawawi, salah seorang dari 4 orang yang mengaku mendapat kuasa anggota untuk menjual asset BUUD, seusai mengikuti pertemuan di Diskop & UMKM

Banyuwangi, Memorandum – Terungkapnya kasus penjualan asset tanah milik KUD ‘Usaha Bersama’ Kabat oleh beberapa orang yang sebagai mengaku Pendiri, mulai menarik perhatian publik Banyuwangi. Selain karena menyalahi proses dan prosedur, penjualan asset koperasi yang nota-bene milik anggota tersebut dinilai akan berdampak luas khususnya di kalangan perkoperasian.

Sebagaimana diketahui, 4 orang yang mengaku sebagai pendiri koperasi yang awalnya bernama Badan Usaha Unit Desa (BUUD) yakni; H Nawawi, H Hudhori, H Ismail dan Mad’hie, telah menjual asset tanah milik KUD seluas 6.780 M2 tersebut dengan mengatas-namakan sebagai Kuasa BUUD “Usaha Bersama”/KUD Unit 5 Kabat, seharga Rp 4 miliar.

Informasi yang diperoleh Memorandum dari beberapa anggota KUD ‘Usaha Bersama’, uang hasil penjualan tersebut berada dalam rekening Bank atas nama H Nawawi. oleh H Nawawi sebagian uang tersebut telah dibagi-bagikan kepada 23 orang yang menurutnya sebagai pendiri BUUD sebagai cikal bakal KUD.

Achmad Ilyas, salah satu anggota KUD ‘Usaha Bersama’ Kabat yang diundang-hadirkan sebagai saksi anggota dalam pertemuan yang berlangsung di aula Dinas Koperasi dan UMKM, Senin (19/9) lalu, menjelaskan bahwa inisiatif penjualan asset tersebut adalah murni inisiatif H Nawawi dan kawan-kawan tanpa melibatkan pengurus dan anggota. “Tidak ada yang diajak ngomong masalah penjualan asset tersebut. Jadi asset itu sudah laku terjual. Dan saat ini uang hasil penjualanya sudah dibagi-bagikan,” kata Achmad Ilyas, yang ditemui seusai pertemuan.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Banyuwangi, Alief Racman Kartiono, SE, MM., melalui Kasi Mediasi Koperasi,  Bagian Kelembagaan Koperasi, Mohammad Gufron, menyatakan bahwa proses jual-beli asset milik KUD ‘Usaha Bersama’ tersebut harus dibatalkan. Selain menyalahi prosedur, proses penjualan asset KUD juga tidak mudah. Karena, semua KUD tercatat masih memiliki hutang tanggung-renteng pengadaan Gudang Lantai Kios (GLK) yang dibangun pemerintah beberapa tahun silam.

“Pertama, proses jual-beli itu harus diputuskan melalui Rapat Anggota. Kalau pun dalam rapat itu seluruh anggota menyetujui penjualan asset, ya harus tertuang dalam perencanaan selanjutnya, sehingga jelas untuk apa asset tersebut dijual. selain itu, karena KUD masih memiliki tanggung jawab hutang tanggung-renteng pengadaan GLK, hutang itu juga harus dilunasi. Jadi tidak mudah,” jelas Mohamamd Gufron, yang ditemui diruang jerjanya, Rabu (21/9) kemarin.

Disinggung tentang hasil pertemuan yang menghadirkan para pihak sebelumnya, menurutnya, merekomendasikan bahwa masalah tersebut harus dibawa dan diungkap dengan jelas melalui Rapat Anggota. “Jadi, KUD Usaha Bersama harus segera menggelar Rapat Anggota untuk membahas masalah ini. Selanjutnya, kita tunggu setelah Rapat Anggota, bagaimana hasilnya,” kata Mohammad Gufron. (bud)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Jual Beli Aset KUD Rp 4 Miliar Harus Dibatalkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*