Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PERISTIWA » Jembatan Watukebo Ambrol Diterjang Banjir, 2 Dusun Terisolasi

Jembatan Watukebo Ambrol Diterjang Banjir, 2 Dusun Terisolasi

(862 Views) February 3, 2016 7:54 am | Published by | No comment
Jembatan Watukebo Banyuwangi Ambrol Diterjang Banjir

Jembatan Watukebo Banyuwangi Ambrol Diterjang Banjir

Banyuwangi, Memorandum – Jembatan penghubung antara dua dusun yaitu; Dusun Krajan dengan Dusun Gepuro, Desa Watukebo, Kecamatan Rogojampi, Senin (1/2) malam ambrol setelah bagian bawah tiang penyangganya dihantam derasnya aliran sungai. Meskipun demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Hariyanto (42) warga yang rumahnya tidak jauh dengan lokasi jembatan, mengaku dirinya yang pertama kali mengetahui saat kejadian ambrolnya tiang penyangga jembatan tersebut. Menurutnya, kejadian itu bermula sekitar pukul 21.30 WIB.  Ketika itu dia mendengar suara gemuruh keras. Bahkan dinding rumah dan kacanya sempat bergetar. Seketika itu dirinya memutuskan untuk keluar dari rumah. Dan ternyata jembatan sudah ambrol terseret air. Kondisi tiang penyangga jembatan sudah ambruk ketengah saluran sungai. “Saya kaget karena suaranya keras dan bergemuruh mirip bom. Dan saya langsung bangun,” ungkapnya.

Kejadian itu langsung membuat heboh warga warga setempat. Maklum saja, suara gemuruh akibat ambrolnya jembatan itu juga terdengar hingga radius 200 meter dari lokasi. “Saya juga keluar rumah karena takut ada kejadian yang mengkhawatirkan,” tambah Sodik, warga lainnya. Selain itu, warga lain yang rumahnya tak jauh dari lokasi juga terbangun dari tidur dan langsung keluar rumah melihat kondisi jembatan sudah runtuh.

Karena kondisinya dinilai membahayakan pengguna jalan, warga kemudian menutup jalan jembatan dengan palang dari bambu. “Malam hari kalau warga yang tidak tahu bisa terperosok jatuh langsung ke sungai,” kata Sodik.

Sementara ini, untuk bisa sampai ke Kantor Desa Watukebo, warga Dusun Gepuro terpaksa harus berjalan memutar dengan jarak sekitar tujuh kilometer melewati Dusun Krasak, Desa Kaotan, Rogojampi. “ Jika biasanya ke kantor desa hanya tiga menit sudah sampai. Kini harus  memutar sekitar 10 menit perjalanan dengan naik motor,” imbuh Hariyanto.

Praktis, dengan runtuhnya jembatan tersebut, ratusan kepala keluarga yang tinggal di Dusun Gepuro aktivitasnya menjadi terhambat. Warga yang memiliki lahan pertanian di seberang jembatan, maupun hewan ternak yang biasa digembala harus berjalan memutar lebih jauh. Hal yang sama juga berlaku pula bagi anak-anak yang akan pergi ke sekolah. “Semua warga terisolasi. Mau pergi ke seberang jalan susah karena lebih jauh,” jelasnya. (ndy)

Sumber : Koran Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Jembatan Watukebo Ambrol Diterjang Banjir, 2 Dusun Terisolasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*