Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » EKONOMI » Jelang Ramadhan dan Lebaran, Kebutuhan Uang Pecahan Meningkat

Jelang Ramadhan dan Lebaran, Kebutuhan Uang Pecahan Meningkat

(279 Views) April 28, 2017 12:50 am | Published by | No comment

– Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan BI Jatim, Titien Sumartini. (Memorandum – Fattahur)

Banyuwangi, Memorandum – Kebutuhan masyarakat terhadap uang pada tahun 2017 diproyeksikan akan meningkat 20 hingga 30 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur siapkan uang Rp 29,6 triliun pecahan logam dan kertas untuk kebutuhan masyarakat jelang ramadhan dan lebaran tahun 2017.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan BI Jatim, Titien Sumartini, saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Peranan Bank Indonesia dan Diskusi Isu Strategis Daerah dengan media se Jatim di Resto Java Banana Kecamatan Licin, Banyuwangi, Kamis (27/4), menjelaskan, kebutuhan masyarakat terhadap uang pada tahun 2017 diproyeksi meningkat 20 hingga 30 persen dibandingkan tahun 2016. “Tahun 2015 kebutuhan masyarakat terhadap uang sebesar Rp19 triliun, pada tahun 2016 meningkat menjadi Rp23 triliun, dan tahun ini proyeksinya akan meningkat sekitar 20 hingga 30 persen,” ujarnya.

Untuk perinciannya, wilayah Surabaya, BI menyiapkan Rp 15,5 Triliuan dari sebelumnya Rp 10,5 Triliun atau naik 31,8 persen. Malang, tahun lalu BI menyiapkan Rp 2,8 Triliun, pada tahun ini naik 20 persen menjadi Rp 3,5 Triliun, BI Kediri, meningkat 16,7 persen. Jumlah totalnya mencapai Rp 5,2 Triliun pada tahun lalu menjadi Rp 6,3 Triliun. Sementara itu, tahun ini BI Jember menyiapkan uang Rp 4,3 Triliun atau meningkat 25,6 persen dari tahun lalu senilai Rp 3,2 Trilun.

Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut, lanjut dia, BI akan menerbitkan sekitar 50 persen pecahan Rp100.000, 45 persen pecahan Rp50.000, dan 5 persennya merupakan pecahan Rp20.000 ke bawah. “Jelas hal ini merupakan proyeksi dari permintaan sejumlah Bank, mereka juga akan kami undang untuk membahas lagi dari apa yang mereka ajukan sehingga ini bisa menjadi  koreksi BI terhadap kebutuhan uang tersebut,” tambahnya.

Untuk itu BI juga terus melakukan kordinasi dengan perbankan mengenai kesiapan dalam melayani penukaran uang. Biasanya, penyaluran maupun penukaran uang yang dilakukan oleh BI dilakukan melalui perbankan dan kas keliling. BI juga menghimbau kepada masyarakat agar menggunakan tempat penukaran uang yang resmi dan teliti saat transaksi penukaran uang, pungkasnya. (fat/bud)

Sumber | Surat Kabar Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Jelang Ramadhan dan Lebaran, Kebutuhan Uang Pecahan Meningkat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*