Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » EKONOMI » Jelang Lelang Paket Proyek Miliaran LPSE Banyuwangi Ngadat

Jelang Lelang Paket Proyek Miliaran LPSE Banyuwangi Ngadat

(2259 Views) April 14, 2016 1:49 pm | Published by | No comment
LPSE MACET

Bambang Sumantri Direktur CV Laskar Blambangan

Banyuwangi Memorandum – Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Banyuwangi  Jawa Timur tidak lagi bisa diakses alias versi rekanan macet selama awal pekan ini. Sistem lelang elektroni macet itu dianggap merugikan pengusaha jasa konstruksi yang ingin berkompetisi dalam lelang proyek yang luncurkan Pemda Banyuwangi.

“Jangankan untuk mengunggah (upload) penawaran maupun dokumen lainnya, sekedar untuk mengunduh (download) pengumuman dan persyaratan lelang saja tidak bisa. Pelayanan Publik ini sangat merugikan kami (rekanan jasa konstruksi),” ungkap Bambang Sumantri pengusaha tergabung Asosiasi Gakindo (Gabungan Kontraktor Indonesia) Banyuwangi, Rabo (13/4).

Selain dirugikan dengan kendala teknis tersebut, ia mengaku jengah dengan kondisi tersebut. Macet atau ngadatnya sistem LPSE telah menyebabkan ketidakpastian dalam mekanisme lelang yang ditawarkan pemerintah daerah setempat secara elektronik berbasis internet. Padahal, jelasnya, sistem atau program LPSE sudah empat tahun ini diluncurkan, dan bahkan telah disosialisasikan ke masyarakat jasa konstruksi maupun rekanan pengadaan barang sejak th 2012  lalu.

Informasi yang berhasil dihimpun Memorandum  dilpangan dari sejumlah konsultan maupun penyedia jasa konstruksi di Banyuwngi , sistem LPSE diketahui mulai tidak bisa diakses sejak hari Selasa (5/4  – 13/4 /2016).

Ngadatnya sistem LPSE bahkan masih berlangsung hingga berita ini ditulis. Situs lelang resmi milik Pemkab Banyuwngi  yang beralamat di http://lpse.banyuwangikab.go.id/ bahkan tidak bisa membuka laman utama yang seharusnya menjadi pintu awal pengumuman sejumlah proyek fisik maupun pengadaan lainnya di beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) setempat.

Ditambahkan Bambang Sumantri, situs LPSE informasinya sempat bisa diakses pada jam-jam tertentu, seperti malam hari,  pagi hari dan jam 09,00 Wib  sudah tidak bisa di buka kembali. Namun itupun hanya sebentar dan berlangsung pada jam-jam istirahat malam /dinihari. “Bukan berprasangka buruk. Ada sedikit ganjalan, apakah ini sengaja atau bagaimana? Yang pasti saya (pengusaha) dirugikan,” imbuh Bambang Sumantri.

Kemarin siang, Bambang Sumantri selaku Direktur CV. Laskar Blambangan mendatangi kantor lelang untuk mempertanyakan masalah. Namun jawaban yang disampaikan dianggapnya tidak memuaskan. “Belum ada jawaban resminya,” ungkapnya.

Ditemui terpisah, Kabag Pembangunan Pemkab Banyuwangi Gatot Suyono diruang kerjanya, mengaku selama ini sistim  LPSE yang di lakukan oleh panitia mengalami gangguan tehnis dan selalu erorr dan itu pun tidak ada kesengajaan dari panitia untuk kepentingan rekanan tertentu. “Kita  belum mendapat informasi dari dinas yang menangani LPSE,” ungkapnya. Gatot berjanji segera memberikan klarifikasi ke media apabila telah mendapat penjelasan lengkap dari pihak LPSE terkait kendala teknis yang terjadi.

Diakui atau tidak, dugaan adanya unsur sabotase ataupun permainan oleh oknum tertentu dilingkaran oknum panitia lelang/LPSE dengan sejumlah kontraktor besar sempat mencuat di kalangan masyarakat jasa konstruksi di Banyuwangi. Analisa mengenai hal itu setidaknya diungkapkan oleh Handi Mulyo, konsultan IT/teknologi informasi di Kabupaten Banyuwangi  yang sempat beberapa kali mengakses alamat situs LPSE di http://lpse.banyuwangikab.go.id/,

Sementara Ketua Gakindo ( Gabungan Kontraktor  Indonesia ) Banyuwangi Holidi SP menjelaskan  kemungkinan bahwa pengumuman lelang proyek sengaja dibuat ngadat sangat,  besar kemungkinan panitia  jika menilik banyaknya kepentingan yang bermain dalam memperebutkan beberapa jatah proyek bernilai diatas Rp 500 juta  maupun yang berskala sedang dengan nilai berkisar mulai dari Rp1 miliar sampai 2,5 miliar keatas. “Kalaupun proxy (sistem) yang digunakan LPSE macet atau tidak berfungsi, harusnya masih bisa dibuka menggunakan proxy lain. Tapi  aneh nya sampai saat ini Rabo 13/4  tidak bisa di buka  sama sekali, itu yang membuat kami berpikir masalah ada di tingkatan programernya,” kata Holidi   menganalisa.

Pihak LPSE Banyuwangi  sendiri saat dikonfirmasi melalui surat elektronik berdalih kerusakan/kendala memang terjadi pada jaringan internet, yang digunakan untuk membuat situs LPSE. Mereka tidak bisa memastikan kapan sistem tersebut kembali berfungsi normal karena saat ini masih terus diupayakan perbaikan, baik oleh pihak LPSE maupun dari operator  Telkom maupun Dinas Perhubungan Telekomunikasi dan Informatika.  (mam)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Jelang Lelang Paket Proyek Miliaran LPSE Banyuwangi Ngadat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*