Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » KRIMINAL » Jadi Tersangka, Pelapor Desak Penyidik Tahan Bos Kapal Trans Jawa

Jadi Tersangka, Pelapor Desak Penyidik Tahan Bos Kapal Trans Jawa

(690 Views) June 27, 2016 1:20 pm | Published by | No comment

Banyuwangi, Memorandum – Rio Martin Pully, pelapor kasus dugaan penipuan dengan tersangka Soebarijono dan Elsi Wahyuni Sugondo mendesak penyidik untuk melakukan penahanan kepada kedua tersangka. Alasannya, pihaknya takut tersangka melakukan perbuatan yang bisa menghambat proses perkara seperti menghilangkan barang bukti.

Keinginan Rio ini disampaikan melalui pengacaranya, Ronald. Menurutnya, keinginan agar tersangka ditahan itu sudah disampaikan kepada penyidik Polres Banyuwangi secara resmi. “Kami sudah menyampaikan kepada penyidik dan Kasat Reskrim agar melakukan penahanan kepada tersangka,” jelasnya.

Alasan yang mendasari keinginannya agar tersangka ditahan salah satunya adalah berkaitan dengan alasan subyektif kemungkinan tersangka menghilangkan barang bukti. Karena menurutnya selama ini sudah terlihat usaha tersangka untuk menghilangkan barang bukti dalam perkara ini. “Kami melihat ada unsur subyektif menghilangkan barang bukti sudah beberapa kali dilakukan tersangka, sehingga para tersangka layak untuk dilakukan penahanan,” tegasnya.

Sayangnya, Ronald tidak menjelaskan secara detil upaya menghilangkan barang bukti yang dimaksud. Meski sudah menyampaikan keinginannya agar tersangka ditahan namun sampai saat ini keinginannya itu sepertinya masih belum terealisasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Soebarijono dan Elsy Wahyuni Sugondo ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang bagi hasil perusahaan PT. Pelayaran Makmur Bersama. Perusahaan ini merupaka perusahaan yang mengoperasikan kapal Trans Jawa (sebelumnya bernama Niaga Jaya 9).

Pada awal pembentukan perusahaan yang didasarkan pada akta nomor 5 tahun 2010 notaris Achmad Munif Soebarijono, Elsy Wahyuni Sugondo bersama Rio Martin Pully beserta istrinya masuk sebagai pemegam saham. Persentase kepemilikan saham adalah Soberijono dan Istrinya 70 % sedangkan Rio dan Istrinya 30%.

Dalam perjalanan, Soebarijono membubarkan perusahaan yang didirikan dengan dasar Akta nomor 5 tahun 2010 dan menggantinya dengan akta nomor 11 tahun 2011 dengan notaries yang sama. Namun nama Rio tidak dimasukkan karena belum menyetorkan modal sebesar Rp 45 juta.

Karena perusahaan sudah mendapatkan laba dari pengoperasian Kapal Trans Jawa akhirnya Rio melaporkan Soberijono dan Istrinya ke Polisi. Dalam perkembangannya Polisi akhirnya menetapkan pasangan ini sebagai tersangka. (jai)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Jadi Tersangka, Pelapor Desak Penyidik Tahan Bos Kapal Trans Jawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*