Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PERISTIWA » Ibu Dan Anak Mati Bunuh Diri

Ibu Dan Anak Mati Bunuh Diri

(4562 Views) March 15, 2017 10:26 pm | Published by | No comment

Banyuwangi, Memorandum – Seorang janda ditemukan tewas bersama putrinya di dalam kamar rumahnya kemarin (15/3). Belum diketahui  penyebab pasti kematian kedua orang ini. Dugaan sementara, keduanya tewas karena bunuh diri karena tak kuat menahan tekanan ekonomi.

Identitas kedua korban masing-masing Tumarni Ririn, (47), dan Evi Novita Sari, (16). Mereka tinggal di Dusun Krajan I,RT 18 RW 02 , Desa  Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo. Mereka ditemukan dalam keadaan  tak bernyawa sekitar pukul 10.00 WIB. Korban pertama kali ditemukan kakak kandungnya, Boniran.

Kapolsek Wongsorejo, Iptu Kusmin menyatakan, saat pihaknya datang ke TKP, korban sudah tidak berada di tempatnya ditemukan. Mayat keduanya sudah dipindahkan ke ruang tamu. Meski demikian pihaknya langsung melakukan  olah TKP. Pada saat  yang sama kedua korban langsung dibawa ke Puskesmas Wongsorejo untuk dilakukan visum. “Untuk sementara korban  hanya dilakukan  visum luar, sebab keluarganya menolak dilakukan otopsi,” ujar Kusmin.

Menurut mantan Kapolsek Songgon ini, saat ini pihaknya masih  belum mengetahui penyebab pasti kematian korban. Sebab dari hasil visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda adanya kekerasan pada tubuh kedua korban. “Dari mulutnya sama sekali tidak ada bau yang aneh, biasanya  jika meminum sesuatu pasti ada sisa-sisanya,” jelasnya.

Polisi juga tidak menemukan banyak petunjuk dari hasil olah TKP. Hanya ditemukan sebuah gelas  yang berbau pesing ditemukan di tempat sampah di dapur korban. Sejumlah  barang seperti sprei, bantal dan tikar diamankan petugas untuk barang  bukti. Sebelum ditemukan tewas, lanjut Kusmin, Tumarni sempat datang ke rumah kakaknya, Boniran. Kepada Boniran, korban  yang sehari-hari bekerja sebagai melijo (pedagang sayur keliling) sempat mengatakan kalimat yang terkesan seperti orang berpamitan. “Dia bilang kepada kakaknya mau pergi jauh,” ujar Kusmin.

Dugaan sementara korban kemungkinan tewas karena bunuh  diri. Hal ini dikuatkan keterangan tetangga korban yang menyatakan kalau korban sebelumnya beberapa  kali meminta maaf dan bilang akan pergi bersama putrinya. “Saat ini kami masih melakukan penyelidikan penyebab meninggalnya kedua korban,” bebernya.

Terpisah, Boniran menyatakan, pagi itu, sebelum pulang dari rumahnya, adiknya sempat pamit akan pergi untuk selamanya. Perempuan yang suaminya sudah meninggal itu juga sempat meminta maaf dan meminta Boniran menjaga dua anaknya yang lain.

Awalnya dia mengaku tidak terlalu memikirkan apa yang dikatakan adiknya itu. Namun, begitu adiknya pulang dia menjadi kuatir dengan kata-kata itu. “Karena kuatir saya pergi ke rumah adik saya, saat saya tiba di rumahnya ternyata adik saya dan putrinya sudah meninggal,” ungkapnya.

Polisi Temukan 5 Surat Wasiat

Banyuwangi, Memorandum – Dugaan Tumarni Ririn  dan putrinya tewas karena bunuh diri semakin menguat. Sebab, Polisi menemukan surat wasiat yang diduga ditulis ibu dan anak itu. Setidaknya ada lima surat wasiat yang ditemukan Polisi di rumah korban. Surat wasiat itu ditemukan petugas saat melakukan olah TKP di rumah korban. Ddari lima surat wasiat  yang ditemukan, salah satunya sudah  dilaminating. Pada surat wasiat yang dilaminating itu juga terdapat foto Tumarni dan anaknya Novita sari.

Dalam surat wasiat  yang diyakini di tulis Evi Novita Sari, gadis yang kini duduk di bangku kelas IX itu  meminta maaf kepada kedua kakaknya. Dia juga meminta kedua kakaknya untuk tetap mengingat dirinya meski sudah tiada. Salah satu kalimat dalam surat yang terbubuh tanda tangan dan nama Evi Novita sari sebaggai berikut ; ‘Untuk Kakakku semuanya, aaku minta maaf apabila adikmu ini pernah berbuat salah, mungkin ini adalah akhir perpisahanku dengan kalian semuanya’

Sementara dalam surat wasiat yang diduga ditulis Tumarni, berisi kalimat berpamitan dan dan permintaan maaf kepada dua anak laki-lakinya. “Anak-anakku Anang dan Arik selamat tinggal dan selamat berpisah untuk selamanya,” ujar Tumarni dalam surat wasiat yang ditemukan Polisi.

Untuk memastikan surat wasiat itu benar-benar tulisan kedua korban, Polisi juga membandingkan dengan tulisan Tumarni  dan Evi Novita Sari. Hasilnya, tulisan itu diyakini identik. “Surat wasiat Tumarni kitaa bandingkan dengan tulisan pada nota dagangannya, sedangkan tulisan Evi kami bandingkan dengan tulisan di buku sekolahnya,” jelas Kusmin. (jai/bud)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Ibu Dan Anak Mati Bunuh Diri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*