Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » HUBUNGAN BALI DENGAN BLAMBANGAN

HUBUNGAN BALI DENGAN BLAMBANGAN

(791 Views) March 8, 2017 12:32 am | Published by | No comment

Banjoewangie Tempo Doeloe | Hubungan Bali dengan Balambangan (Banyuwangi), banyak disebutkan dalam catatan Belanda (VOC). Jonge (Opkomst V:170) dalam tulisannya menyebutkan bahwa Raja Bali yang ketika itu bemama Dewa Agung Dalem Segening adalah pelindung Blambangan dari serangan musuh dan Belanda sendiri. Raja Bali juga terkadang membiarkan raja Blambangan ketika itu berada di Bali dan seolah-olah menjalin hubungan yang mesra, sehingga kesan yang nampak Blambangan berada dibawah kekuasaan raja Bali. Disebutkan pada waktu itu kekuasaan raja Bali Dewa Agung Dalem Segening sampai ke Lombok dan Sumbawa dengan pusat pemerintahan di Gelgel. Politik raja Bali juga sangat hebat untuk mempengaruhi Belanda untuk menentang Mataram yang ketika itu sudah menaklukan hampir sebagian besardaerah di timur Jawa.

VOC atau Belanda yang kala itu juga bermaksud menjalankan politik adu dombanya tidak mau tinggal diam. Setrategi diterapkan agar Blambangan, Bali dan Mataram dapat ditaklukan VOC. Belanda mendatangi raja Bali yang ketika itu di Blambangan sedang berkecamuk perang hebat, antara Blambangan dengan Mataram,dimana Mataram mampu menaklukan Blambangan. Belanda meminta agar Raja Bali kembali merebut Balambangan yang ketika itu Blambangan sudah menyerah kepada Mataram, tetapi perebutan itu dilakukan pada saat prajurit Mataram meninggalakan Balambangan, karena armada Bali pada saat itu kalah dengan Mataram. Raja Bali menolak, akan tetapi kecintaan raja Bali terhadap Balambangan yang begitu gigih mempertahankan agama leluhur, maka saat prajurit Mataram meninggalkan Blambangan, Bali kembali merebut Balambangan.

Hubungan Bali dengan Blambangan semakin erat terlihat dalam teks Babad blambangan yang tepatnya tercatat pada naskah Babad Tawangalun menyebutkan, bahwa pada saat memerintahnya Macan Pura yang memerintah Macan Putih Balambangan selama 4 tahun dan selama memerintah, tersiar kabar bahwa akan ada perebutan kekuasaan. Oleh karenanya, Cokerde Klungkung dan Dewa Agung Menguwi mengirim peretusan (utusan) dibawah pmpinan Gusti Made Karangasem dan Gusti Made Panji Kertanegara dari Buleleng dengan kekuatan 400 orang kerabat, 500 orang pengangkut barang. Misi mereka ke Macan Putih Blambangan, yakni menyelesaikan persoalan tanpa menumpahkan darah dengan mengangkat Macan Pura menjadi raja dan Kertanegara menjadi patih. Akan tetapi, Macan Pura Kertanegara mengira bahwa tentara Bali adalah untuk menaklukan Macan Putih Blambangan, sehinga Macan Pura dengan kerabat raja melarikan diri dan meminta perlindungan di Mataram. Kepada para petinggi Macan Putih yang masih tinggal di sana, utusan Bali menyampaikan bahwa misi mereka adalah secara damai hendak bermaksud memecahkan persoalan perebutan takhta. Namun, keraton nampak kosong, sehingga utusan’ Bali mempertanyakan adakah keturunan Macan Putih yang dapat dijadikan raja.

Oleh sebab itu, pencarian pun dilakukan dan pada akhimya menemukan Mas Purba yang kala itu masih berusia 8 tahun. Purba di bawa menghadap ke utusan Bali dan dilantik menjadi pangeran Blambangan dengan gelar Danuraja (Danureja). Orang Bali pada akhimya pulang sembari membawa tanda-tanda kebesaran pusaka Macan Putih untuk dipersembahkan kepada raja Klungkung dan Mengwi. Menyimak apa yang disebutkan dalam babad Tawangalun tersebut, jelaslah adanya hubungan yang sangat baik antara Bali dengan Blambangan. Hubungan itu terjadi dilatarbelakangi oleh asas yang fundamental, bahwasannya Bali dan Balambangan terikat oleh genealogis leluhur yang sama, demikian pula atas satu dasar pemikiran, yaitu sama-sama memeluk agama Hindu.Terlihat jelas pula dalam catatan babad Blambangan, bahwa Bali memiliki peran penting agar Hindu di Jawa dan Blambangan (Banyuwangi) tetap eksis di Nusantara melalui campur tangan Bali untuk mengangkat kembali raja Balambangan.

Sumber@Koleksi Buku Perpustakaan BTD ~ Hindu di bumi Blambangan 2014.

Oleh : MunawirBanjoewangie Tempo Doeloe

Categorised in:

No comment for HUBUNGAN BALI DENGAN BLAMBANGAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*