Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PENDIDIKAN » Hentikan Sekolah Paksa Beli Buku Pendamping

Hentikan Sekolah Paksa Beli Buku Pendamping

(839 Views) January 21, 2016 9:39 am | Published by | No comment
Kepala Dispendik Banyuwangi

Kepala Dinas Pendidikan Kab. Banyuwangi, Drs Sulihtiyono, MM

Banyuwangi, Memorandum – Kasus pemaksaan murid untuk membeli buku paket Matematika melalui Koperasi Sekolah di SMP Negeri 2 Banyuwangi, langsung di-respon Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Rabu (20/1).

Kepala Dispendik, Drs H Sulihtiyono, MM langsung memanggil Kepala SMP Negeri 2, Subiyantoro untuk dimintai penjelasan terkait pemaksaan murid untuk membeli buku paket matematika ‘terbitan Airlangga’ seharga puluhan ribu rupiah.

Terkait masalah tersebut, pihak Dinas Pendidikan dengan tegas menyatakan bahwa penjualan buku melalui sekolah jelas-jelas merupakan pelanggaran. “Tadi kita sudah meminta penjelasan kepada kapala sekolah terkait penjualan buku paket tersebut. Sudah saya tegaskan, bahwa penjualan buku ataupun mobilisasi penjualan buku kepada peserta didik melalui sekolah, jelas-jelas melanggar peraturan. Saya minta penjualan buku tersebut dihentikan. Kalaupun toh masih dilakukan, kita akan ambil tindakan tegas,” kata Sulihtiyono, saat ditemui Memorandum diruang kerjanya, kemarin.

Dijelaskan, sesuai dengan peruntukannya, dana-dana penyelenggaraan pendidikan itu dibagi menjadi 3, yakni; dana investasi, dana operasional dan dana personal. “Kalau dana investasi, yaitu untuk pembangunan gedung dan fasilitas pendidikan, itu sudah menjadi tanggung jawab pemerintah. Kemudian dana Operasional, yang antara lain berbentuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS), juga bersumber dari anggaran pemerintah. Sedangkan dana personel, yang antara lain untuk beli buku-buku pendamping dan sebagainya, itu yang menjadi tanggung-jawab masing-masing wali murid. Dan untuk pembelian buku itu bebas mau beli dimana saja. Sekolah hanya menunjukkan tentang buku apa yang digunakan,” jelasnya.

Wakil Kepala SMP Negeri 2, Anshori, saat ditemui Memorandum di kantornya. “Sebaiknya langsung ke Dinas Pendidikan saja. Karena masalah ini sudah ditangani oleh Dinas Pendidikan. Tadi Bapak Kepala Sekolah sudah menghadap kesana,” kata Anshori.

Pemaksaan pembelian buku yang mulai terkuak ke publik setelah di-share ke laman media sosial itu juga mendapat perhatian serius dari kalangan praktisi pendidikan di Banyuwangi. “Kita menyangkan masih ada yang seperti itu. Dan apapun alasannya, itu jelas-jelas melanggar peraturan perundang-undangan yang ada. Seharusnya, siswa tidak dipaksa membeli buku-buku yang nota-bene hanya menguntungkan penerbit. Tetapi bagaimana para guru yang sebagian besar sudah ber-sertifikasi itu, mampu memecahkan kebutuhan-kebutuhan siswa itu dengan kreatifitasnya,” kata Nurul Islam, praktisi pendidikan yang juga akademisi ini.

Seperti diberitakan, Memorandum, Rabo Wage (20/1), dikonfirmasi kepada Danang Priandoko, seorang guru yang juga ditugaskan sebagai pengelola dan penanggung jawab Koperasi Sekolah, membenarkan bahwa buku pendamping matematika untuk kelas VII, VIII dan IX itu dijual melalui koperasinya.

“Kalau dibilang bahwa penjualan buku itu adalah instruksi dari Kepala Sekolah, saya kira tidak. Yang saya tahu pengadaan buku itu adalah prakarsa para guru sendiri. Tetapi yang pasti, Kepala Sekolah tahu tentang itu. Dan harga buku itu menjadi mahal karena ada hitungan royalty (fee) yang harus diterima oleh guru,” jelas Danang, sembari menyodorkan data harga buku yakni; untuk kelas VII harganya Rp 79 ribu, kelas VIII harganya Rp 62 ribu dan untuk kelas IX seharga Rp 53 ribu.

Menurut pengakuan Danang, untuk semester dua sekarang ini pihak sekolah akan berencana akan kembali menjual sebuah buku tentang ‘Kumpulan Soal Matematika’ yang harganya sudah dipatok sebesar Rp 20 ribu per buku. “Sebagai pengelola koperasi saya menolak rencana itu, karena harganya masih termasuk mahal. Kalau harganya sama dengan harga LKS (Lembar Kerja Siswa, red.), Rp 10 ribu, kita mau menjualnya,” ungkap Danang, saat ditemui Memorandum, Senin (19/1) kemarin. (bud)

Sumber : Koran Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Hentikan Sekolah Paksa Beli Buku Pendamping

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*