Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PERISTIWA » Hakim Tipikor Putuskan Ketua LMDH Rimba Makmur Harus Dilepas

Hakim Tipikor Putuskan Ketua LMDH Rimba Makmur Harus Dilepas

(655 Views) August 15, 2016 7:12 pm | Published by | No comment

Banyuwangi, Memorandum – Mantan Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Rimba Makmur, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Ahmad Holili, yang diterlilit kasus dana Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) tahun 2012, di Vonis Lepas atau onslag van recht vervolging oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya Jawa Timur, pekan kemarin (12/8).

Putusan Hakim Tipikor yang menyidangkan Ahmad Holili itu, jelas bertolak jauh dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tipikor, Henry Prabowo, SH dan Basuki Wiryawan, SH. Agar terdakwa dipidana penjara selama 6 tahun, denda Rp 500 juta subsidair 6 bulan kurungan. Juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 228 juta atau diganti dengan kurungan selama 2 tahun. Faktanya, majelis Hakim Pengadilan Tipilkor membebaskannya dari segala tuduhan. Pria inipun dibebaskan dari tahanan.

Pengacara Ahmad Holili, Ribut Puryadi menyatakan, majelis Hakim Tipikor  Surabaya memutuskan perkara yang menyeret kliennya ke penjara itu dengan putusan lepas atau onslag van recht vervolging. “Majelis memutuskan perbuatan Pak Kholili terbukti tapi bukan perbuatan pidana tetapi perbuatan perdata,” ujar Ribut dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Pengacara yang akrab dipanggil Ribut ini menambahkan, perbuatan yang dilakukan kliennya sifat melawan hukumnya adalah mengingkari janji. Putusan ini, menurutnya sesuai dengan pembelaan yang disampaikannya pada sidang sebelumnya. Karena memang sejak awal dia meyakini kasus yang dialami kliennya itu bukanlah ranah pidana.

“JPU menuntut dengan pasal 2 undang-undang  pemberantasan tindak pidana korupsi. Dan sikapnya atas keputusan itu, JPU menjawab masih piker-pikir,” jelasnya.

Dalam putusan yang sama, lanjutnya, majelis hakim juga memerintahkan JPU untuk mengeluarkan kliennya dari tahanan. Namun karena masalah administrasi, proses pengeluaran Holili dari tahanan harus tertunda. Sebab proses administrasi harus dilakukan di Banyuwangi. Selain itu menurutnya harus dibuatkan berita acara eksekusi untuk pengeluaran kliennya dari tahanan.

Ribut berharap, Senin (hari ini, red.) proses pengeluaran kliennya  bisa tuntas. Sebab hal ini berkaitan dengan hak asasi manusi kliennya. Berdasarkan putusan majelis hakim, kliennya sudah tidak lagi berstatus tahanan. “Majelis hakim sudah memerintahkan untuk mengeluarkan klien saya dari tahanan, jadi harus segera dikeluarkan,” tegasnya.

Sekedar tahu, Ahmad Holili ditahan pihak Kejaksaan Negeri Banyuwangi sehak 14 Maret lalu. Penahanannya dilakukan menyusul status tersangka yang disandangnya atas kasus dugaan korupsi dana Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) tahun 2012.

Kasus ini pertama kali dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi pada 6 Nopember 2013. Namun karena tidak ada perkembangan, masyarakat akhirnya kembali melaporkan kasus ini untuk kedua kalinya pada 27 Januari 2014. Dana yang diduga diselewengkan itu, merupakan dana pinjaman dengan jaminan yang seharusnya digunakan untuk pengadaan sarana produksi pertanian untuk program peningkatan produksi pangan.(jai)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Hakim Tipikor Putuskan Ketua LMDH Rimba Makmur Harus Dilepas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*