Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » EKONOMI » Hadapi MEA, Kembalikan Kejayaan Produk Pertanian Hortikultura

Hadapi MEA, Kembalikan Kejayaan Produk Pertanian Hortikultura

(936 Views) January 11, 2016 2:12 pm | Published by | No comment

Banyuwangi, Memorandum – Salah satu dampak yang akan dihadapi masyarakat tentang diberlakukannya era pasar bebas Asia (Masyarakat Ekonomi Asia/MEA), antara lain adalah lemahnya ketahanan ekonomi masyarakat dalam menghadapi serbuan produk-produk luar ke pasar-pasar lokal.

buah kelapa

Buah Kelapa dari Pulau Setanger, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, mulai merambah Pasar Banyuwangi (ft. dok)

Khusus di Banyuwangi, kekhawatiran tersebut mulai terbaca ketika banyak produk-produk lokal yang pernah berjaya menopang kekuatan ekonomi masyarakat, yakni produk hortikultura seperti; Kelapa dan Pisang, justru mulai runtuh dan menghilang. Bahkan sebaliknya, masyarakat mulai menggantungkan pemenuhan kebutuhannya terhadap produk tersebut dari luar daerah.

“Ketergantungan masyarakat kita terhadap buah pisang dan kelapa dari luar daerah, menjadi preseden buruk bagi ketahanan perekonomian kita. Padahal pada beberapa dekade lalu, kita ini (Banyuwangi, red.) sangat dikenal sebagai produsen besar buah kelapa dan pisang. Faktanya, Banyuwangi pernah mendapat sebutan sebagai Kota Pisang. Lalu, kemana semua kejayaan itu?,” ungkap politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Banyuwangi, H Sugiharto, tentang kekhawatirannya terhadap era pasar bebas yang akan dihadapi masyarakat Banyuwangi.

Menurutnya, pemberlakuan pasar bebas sudah tidak mungkin bisa dihindari. Dan masyarakat kita sebenarnya mampu menghadapinya dengan memperkuat basis-basis ekonomi lokal dengan cara meningkatkan mutu dan kualitas produk-produk lokal. “Jepang boleh menjual produk-produk mobilnya ke Indonesia. Korea boleh menjual ‘Samsung’-nya ke pasar kita. Tetapi bagaimana caranya agar buah pisang yang mereka makan itu adalah buah-buah pisang hasil pertanian masyarakat kita. Dan sebenarnya itu bukan hal yang mustahil. Sebab sejak zaman sejarah dulu, Banyuwangi ini kan sudah sangat dikenal sebagai daerah pertanian. Kita harus bisa mengembalikan kejayaan pertanian kita itu bila kita tidak ingin terpuruk dalam menghadapi pasar bebas,” kata anggota DPRD dari Fraksi Golkar – PAN ini.

Kekhawatiran Sugiharto terhadap semakin melemahnya hasil produk pertanian hortikultura ini antara lain, karena minimnya ketersediaan anggaran untuk pertanian dalam APBD Banyuwangi 2016. Dijelaskan, pada APBD Banyuwangi 2016 yang nilainya mencapai Rp 2,6 triliun, untuk kepentingan dunia pertanian hanya dianggarkan sebesar Rp 60 miliar. “Dalam APBD Banyuwangi 2016, dunia pertanian hanya mendapat jatah sekitar Rp 60 miliar atau sekitar 2,3 persen. Dahulu pada masa Presiden Suharto, Indonesia pernah mengalami swa-sembada pangan ketika anggaran untuk pertanian dialokasikan sebesar 15 persen. Kita harus belajar dari itu,” ungkapnya. (bud)

Sumber : Koran Harian Memorandum

Categorised in: ,

No comment for Hadapi MEA, Kembalikan Kejayaan Produk Pertanian Hortikultura

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*