Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » KRIMINAL » Gunakan Tanah Dari Tambang Illegal, Pengurukan Rawa Dihentikan

Gunakan Tanah Dari Tambang Illegal, Pengurukan Rawa Dihentikan

(515 Views) January 18, 2017 11:19 am | Published by | No comment

– Komisi III & IV DPTD Banyuwangi, saat melakukan sidak ke lokasi pengurugan. (Memorandum – Hariyadi)

Banyuwangi, Memorandum – Diketahui mengunakan tanah urug dari tambang ilegal, Komisi IV dan Komisi III DPRD Kabupaten Banyuwangi akan melayangkan surat rekomendasi kepada Pemerintah Daerah untuk menghentikan aktifitas pengurugan tanah rawa di Kelurahan Karangrejo dan Kertosari.

Sekretaris Komisi IV, Salim dalam kesempatan sidak tersebut mengatakan, DPRD sesungguhnya tidak berkeinginan menghambat pengusaha atau siapapun berinvestasi di Banyuwangi, dengan syarat mematuhi regulasi. Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh pihaknya, terfokus pada pengunaan material alam yang digunakan oleh pelaksana proyek pengurugan. “Kalau aktifitas pengurugan ini mengunakan tanah urug  dari tambang ilegal ya kita hentikan dulu mumpung disini ada Camat,Satpol PP dan Lurah” tegas Salimi saat dikonfirmasi awak media, Selasa (17/1) di lokasi proyek Kelurahan Kertosari.

Salimi, menyayangkan pekerjaan pengurugan tanah rawa, yang rencananya digunakan untuk investasi  usaha agrobisnis oleh investor asal Surabaya tersebut mengunakan tanah urug ilegal, padahal sepengetahuanya di daerah Kecamatan Kabat ada tiga pengusaha tambang galian C yang sudah berijin atau legal. “Kasihan investornya, kalau PT yang dipercaya mengerjakan pengurugan ini, mengunakan tanah urug dari tambang ilegal” ucap Sekretaris Komisi IV DPRD Banyuwangi ini.

Sedangkan Ketua Komisi III , Ir Basuki Rachmad, dalam sidak juga mempertanyakan, kontribusi pajak tanah urug atau galian C yang dipergunakan oleh pelaksana proyek pengurugan tanah rawa tersebut.Komisi III berencana akan melakukan konfirmasi,apakah material alam tanah urug yang berasal darai tambang legal sudah membayar pajak. “Kita lebih memperhatikan pada pembayaran pajaknya, tanah urug yang digunakan ini, bayar pajak atau belum, meski berasal dari tambang legal,” pungkas Basuki.

Sementara dikonfirmasi terpisah, pihak PT Surya Wangi, Handoyo selaku penyedia tanah urug mengakui, tanah urug yang disediakan pihaknya berasal dari tambang galian C yang ijin operasionalnya masih dalam pengurusan. Dan terkait polemik masyarakat yang kurang berkenan atas lalu lalangnya kendaraan pengangkut tanah urug di sekitar wilayah proyek, menurutnya, telah dikondisikan dan mempercayakan komunikasi tersebut kepada dua orang yang merupakan warga setempat. “Komunikasi dengan masyarakat bukan saya sendiri, tapi saya tunjuk mas Gatot dan Mas Eko, terkait dengan persoalan dimasyarakat saya kurang tahu,” ucap Handoyo.

Proyek pengurugan tanah rawa di Kelurahan Karangrejo dan Kertosari  rencananya membutuhkan 8.000 rit tanah urug dengan luas lahan 3,6 Hektar. Jika 1 rit Dum Truk berisi 6 hingga 7 kubik tanah urug maka dipastikan jalan di sekitar proyek lambat laun akan rusak dan yang dirugikan tentu masyarakat. (ydi/bud)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Gunakan Tanah Dari Tambang Illegal, Pengurukan Rawa Dihentikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*