Thursday, August 6, 2020
Home EKONOMI Gadung, Produk unggulan desa Balak

Gadung, Produk unggulan desa Balak

Gadung Produk Unggulan Balak
– Waniti, saat memproses olahan Gadung

Banyuwangi, Memorandum – Sejauh mata memandang menyusuri Desa Balak, Kecamatan Songgon, saat-saat menjelang Puasa Ramadhan sekarang ini, pasti akan menjumpai penjemuran gadung di sepanjang pinggiran jalan Desa Balak. Gadung tersebut merupakan salah satu umbi yang merupakan varietas unggulan bagi masyarakat Desa Balak menjelang bulan puasa dan hari raya.

Sebelum menjadi penganan, Umbi Gadung ini harus melalui beberapa tahapan proses hingga menjadi Camilan seperti keripik gadung dan gadung rebus yang ditaburi parutan kelapa. Perlu diketahui, umbi gadung merupakan umbi-umbian yang populer namun beracun. Oleh karena itu, perlu dicermati dan harus melewati tahapan yang banyak untuk bisa dikonsumsi menjadi panganan yang enak.

Seperti yang dilakukan Waniti (52), yang sudah delapan tahun mengolah umbi gadung menjadi keripik dan gadung rebus ini. Setahun sekali mejelang bulan puasa dan hari raya, Waniti bersama sepuluh pekerjanya setiap pagi membagi tugas untuk mejadikan gadung tersebut menjadi makanan khas Desa Balak tanpa perlu khawatir adanya racun. Meski harus melewati banyak proses, akan tetapi keuntungan yang didapatkan sesuai dengan apa yang dikerjakan. “Dengan modal Rp 4 juta, setiap hari raya saya mendapat keuntungan bersih hingga Rp 7 juta,” kata Waniti.

Akan tetapi, kata Waniti, sekarang ini dia mulai kesulitan mendapatkan umbi gadung tersebut. Jadi wajar jika harga gadung mulai mahal. Dari tahun ketahun harga gadung naik Rp 1000,-. Waniti mendapat gadung dari pemasok dengan harga Rp. 23.000,- sampai Rp 25.000,- per kilogramnya, sedangkan satu karungnya ada juga yang menjual Rp. 66.000,-. Jika gadung sudah siap diolah lalu dipasarkan harganya bisa mencapai Rp. 30.000,- per kilogramnya. Untuk saat ini, produksi gadung yang diolah mulai dipasarkan di Bali, kalimantan, dan sekitar pulau jawa lainnya.

Ditemui di rumahnya di Dusun Derwono, Desa Balak, Songgon, Waniti memaparkan cara mengolah umbi gadung yang enak bebas racun. Pertama dengan pemilihan umbi gadung yang berkwalitas bagus, lalu dikupas dan diirisi tipis-tipis, lalu diberi abu sambil diremas-remas agar lunak. Jika sudah, gadung ditutupi dan didiamkan satu malam dan besoknya dijemur sampai benar-benar kering. Setelah kering direndam diair mengalir selama dua atau tiga hari, lalu angkat irisan gadung tersebut, lalu cuci dengan air bersih. Kemudian rendam gadung dalam air garam (proses ini juga berfungsi untuk pembumbuan). Jemur kembali gadung tersebut dibawah sinar matahari langsung hingga benar-benar kering, kemudian cuci kembali irisan gadung tersebut. Setelah proses tersebut dilakukan barulah siap untuk diolah menjadi olahan pangan seperti keripik dan gadung rebus. (fat)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*

Most Popular

Hasil Rapid Test 22 Tenaga Medis Banyuwangi Reaktif, Fraksi PKB: Ini Serius

KABAR RAKYAT - Hasil rapid test 22 orang tenaga medis di Kabupaten Banyuwangi menunjukan hasil reaktif. Hal ini menjadi perhatian serius Fraksi Partai Kebangkitan...

Dinas Pertanian Pangan Minta Masyarakat Hati-hati Beli Daging Murah

KABAR RAKYAT - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi menghimbau masyarakat agar berhati-hati dalam membeli daging sapi dengan tidak tergiur harga murah. Apalagi pada...

Empat Orang Warga Sarongan dan Kandangan Diamankan Reskrim Polresta Banyuwangi

KABAR RAKYAT -  Empat orang diduga pelaku perusakan dan pengeroyokan, tiga fasilitas gedung dan lima orang petugas pada Balai Taman Nasional Meru Betiri (BTN-MB)...

Pasien Positif Corona di Banyuwangi Kini Bertambah Satu Orang Lagi

BANYUWANGI – Pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Banyuwangi hari ini, Minggu (17/5/2020), bertambah 1 orang sehingga menjadi lima orang. Pasien terbaru atau...

Recent Comments

infobanyuwangi on Pengeroyok Pemuda Krajan Dibui
infobanyuwangi on Kopdar IM Banyuwangi ke-2
mohammad taufiqurrohim on Program Beasiswa BANYUWANGI CERDAS
Live Update COVID-19 Indonesia