Saturday, August 8, 2020
Home LAROS Event Organizer Penyelenggara Banyuwangi Festival Banyak Diatur ‘Orang Dalam’

Event Organizer Penyelenggara Banyuwangi Festival Banyak Diatur ‘Orang Dalam’

Banyuwangi, Memorandum – Dibalik sukses besar penyelenggaraan Banyuwangi Festival (B-Fest), ternyata banyak sisi lain yang cukup mengundang kerprihatinan. Diantaranya adalah ketidak-jelasan aliran dan penggunaan dana B-Fest yang bersumber dari sumbangan pihak ketiga. Atas dasar itulah, sejak beberapa waktu lalu Komisi II DPRD berinisiatif untuk mulai melakukan penelusuran dan ‘memelototi’ aliran dana B-Fest, serta mengusulkan ke pimpinan DPRD Banyuwangi, agar temuan itu dikuatkan investigas dengan membentuk Pansus (Pansus) DPRD..

Wartawan Memorandum, Eko Budi Setianto, terus menelisik temuan dimunculkan Komisi II DPRD, bahwa Komisi II DPRD,menuding sejauh ini Pemkab Banyuwangi yang dalam hal ini Panitia Bi-Fest ‘selalu’ berlindung dibalik keberadaan Event Organizer (EO) sebagai penyelenggara even-even B-Fest. “Berdasarkan alur yang sudah kita temukan, masuknya sumbangan pihak ketiga itu lebih dulu diterima oleh EO penyelenggara, kemudian dilaporkan ke Panitia melalui perantara. Panitia kemudian baru melaporkannya kepada Bupati. Yang menjadi menjadi masalah, EO-nya itu siapa dan dari mana. Bagaimana legalitasnya. Siapa saja yang terlibat dalam EO. Itu yang tidak jelas,” ungkap Andi Purwanto yang menjadi pegangan informasi awal, pekan lalu.

Apa yang diungkap anggota DPRD itu, ternyata tidak jauh dari kenyataan dilapangan. Memorandum berhasil bertemu dengan seorang penggiat EO Lokal Banyuwangi. Meski dengan komitmen tidak akan disebut identitasnya, pengusaha bergerak di EO lokal itu pun cerita blak-blakan. Menurut sumber itu, menjelaskan, EO penyelenggara even B-Fest kebanyakan sudah di-ploting dan diatur oleh ‘Orang-orang dalam’.

“Kita pernah ditawari untuk menyelenggarakan acara ‘Banyuwangi Peaceful Concert’. Kemudian kita siapkan konsep pelaksanaannya, termasuk penyusunan kebutuhan anggaran. Setelah itu kita presentasi dihadapan SKPD yang memberi peluang kepada kita. Dalam presentasi itu, Kepala SKPD yang bersangkutan mengundang-hadirkan seseorang yang disebutnya sebagai konsultan pelaksana. Tetapi anehnya, sang konsultan malah tidak menjelaskan atau memberikan petunjuk tentang bagaimana acara tersebut bisa berjalan baik dan lancar. Dia malah terkesan ‘membantai’ dan mementahkan semua konsep yang kita presentasikan. Intinya, pesan yang disampaikan seakan mengklaim bahwa EO kita tidak layak untuk menyelenggarakan even tersebut. Dan kita akhirnya benar-benar tersingkir,” ungkapnya, Minggu (7/8).

Menurut sumber tersebut, acara ‘Banyuwangi Peaceful Concert’ itu kemudian jadi dilaksanakan oleh EO dari luar Banyuwangi. “Kita tidak tahu nama EO-nya apa. EO  itu dari luar Banyuwangi. Tetapi kebanyakan yang mengerjakan malah orang-orang Banyuwangi,” tandasnya.

Disinggung tentang pendanaan, penggiat EO yang mengaku pernah mendapat job untuk menyelenggarakan salah satu even B-Fest tersebut menjelaskan, dari even B-Fest yang pernah dilaksanakannya, hingga 40 persen kebutuhan anggarannya digali sendiri melalui sponsor. “Tetapi untuk laporan pelaksanaannya, kita yang harus membuatnya secara tuntas dan njlimet.” ungkap sumber tersebut.

Muncul ketidak beresan pengelolaan keuangan B-Fest, sudah bukan menjadi rahasia umum lagi dikalangan DPRD. Komisi II DPRD, sudah terang-terangan menceritakan kepada sejumlah media. Yang paling berani, ungkapan yang disampaikan Andi Purwanto, S.Hut, Fraksi Gerindra, yang mengatakan Misteri’ aliran dana sumbangan dari pihak ke tiga untuk pelaksanaan penyelenggaran Banyuwangi Festival (B-Fest), sedikit demi sedikit mulai terkuak. Dari beberapa kali pertemuan antara Komisi II dengan beberapa Satuan Kerja Pertangkat Daerah (SKPD) penyelenggara B-Fest, terungkap bahwa tidak sedikit sumbangan dana dari pihak ketiga yang tidak jelas muaranya.

Anggota Komisi II DPRD, Andi Purwanto, mengungkapkan, dalam sebuah pertemuan dengan salah satu SKPD beberapa waktu lalu, pernah ditanyakan perihal sumber dana dari luar Pemkab yang digunakan untuk menutup setiap kekurangan anggaran dalam penyelenggaraan sebuah even B-Fest. “Misalnya, untuk pelaksanaan salah satu even B-Fest, Pemkab (Panitia, red.) menyediakan anggaran sebesar Rp 100 juta. Tetapi untuk keseluruhan even itu menghabiskan anggaran hingga Rp 300 juta. Ketika kita tanyakan kepada SKPD yang bersangkutan, ternyata tidak bisa menjawab,” ungkap Andik Purwanto kepada Memorandum, Kamis (4/8) kemarin. (bud/coi)

Sumber | Koran Harian Memoradum

Koran Harian Memorandum 2016

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*

Most Popular

Hasil Rapid Test 22 Tenaga Medis Banyuwangi Reaktif, Fraksi PKB: Ini Serius

KABAR RAKYAT - Hasil rapid test 22 orang tenaga medis di Kabupaten Banyuwangi menunjukan hasil reaktif. Hal ini menjadi perhatian serius Fraksi Partai Kebangkitan...

Dinas Pertanian Pangan Minta Masyarakat Hati-hati Beli Daging Murah

KABAR RAKYAT - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi menghimbau masyarakat agar berhati-hati dalam membeli daging sapi dengan tidak tergiur harga murah. Apalagi pada...

Empat Orang Warga Sarongan dan Kandangan Diamankan Reskrim Polresta Banyuwangi

KABAR RAKYAT -  Empat orang diduga pelaku perusakan dan pengeroyokan, tiga fasilitas gedung dan lima orang petugas pada Balai Taman Nasional Meru Betiri (BTN-MB)...

Pasien Positif Corona di Banyuwangi Kini Bertambah Satu Orang Lagi

BANYUWANGI – Pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Banyuwangi hari ini, Minggu (17/5/2020), bertambah 1 orang sehingga menjadi lima orang. Pasien terbaru atau...

Recent Comments

infobanyuwangi on Pengeroyok Pemuda Krajan Dibui
infobanyuwangi on Kopdar IM Banyuwangi ke-2
mohammad taufiqurrohim on Program Beasiswa BANYUWANGI CERDAS
Live Update COVID-19 Indonesia