Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali

Click to open Menus
Home » BANYUWANGI FESTIVAL » Ethno Carnival dan Festival Kopi Digelar di Banyuwangi Akhir Pekan Ini

Ethno Carnival dan Festival Kopi Digelar di Banyuwangi Akhir Pekan Ini

(810 Views) November 19, 2014 8:33 pm | Published by | No comment

BANYUWANGI – Akhir pekan ini, berbagai ajang untuk mempromosikan pariwisata kembali dihelat di Banyuwangi, Jawa Timur. Tercatat ada dua agenda besar, yaitu Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), dan Festival Ngopi Sepuluh Ewu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, Duta Besar (Dubes) AS untuk Indonesia, Robert O Blake Jr, dan beberapa pelaku industri kreatif bakal ikut menyemarakkan beragam ajang di Banyuwangi itu.

Plt Kepala Dinas Kebudayaa dan Pariwisata Banyuwangi, Yanuar Bramuda, mengatakan, pariwisata event (event tourism) seperti BEC dan Festival Ngopi Sepuluh Ewu menjadi pengungkit kunjungan wisatawan ke daerah di ujung timur Pulau Jawa itu. “Apa yang kami sajikan dalam Banyuwangi Festival dengan berbagai event seperti karnaval etnik, festival kopi, Tour de Banyuwangi Ijen, maupun Jazz Pantai adalah untuk memperpanjang siklus destinasi agar wisatawan makin punya beragam pilihan di Banyuwangi,” kata Bramuda.

Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) akan digelar pada Sabtu akhir pekan ini, 22 November 2014. BEC kali ini mengusung tema Tari Seblang. Tari ini merupakan tarian ritual yang paling tua di Banyuwangi dan telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Nasional oleh pemerintah pusat. Tari ini dimaksudkan sebagai usaha memperoleh ketenteraman, keselamatan, dan kesuburan tanah agar hasil panen melimpah. Ritual ini ditarikan seorang penari dalam kondisi ”trance”, kondisi tak sadarkan diri, sebagai penghubung warga desa dengan arwah leluhurnya.

Bramuda mengatakan, Tari Seblang itu akan diterjemahkan dalam bentuk desain fesyen yang berkarakter oleh para desainer muda Banyuwangi. Semuanya dikerjakan anak muda Banyuwangi tanpa supervisi dari konsultan desain mana pun. “Mulai dari penyusunan tema kami melibatkan budyawan. Teknisnya dieksekusi anak-anak muda Banyuwangi. Berbeda dengan daerah lain yang berlomba membawa tema global ke level lokal, Banyuwangi justru membawa tema lokal untuk diperkenalkan ke level global,” ujar Bramuda.

Setelah BEC, sehari kemudian wisatawan bisa mencicipi kopi citarasa Banyuwangi dalam Festival Ngopi Sepuluh Ewu dengan 10.000 cangkir. Sepuluh ewu dalam bahasa setempat berarti 10.000.

Festival minum kopi khas Using (masyarakat asli Banyuwangi) ini digelar 23 November malam hari di desa adat Kemiren yang merupakan salah satu basis masyarakat Using. Seluruh latar rumah di Desa Kemiren akan disulap menjadi ruang tamu yang menyuguhkan kopi Using dan jajanan tradisonal Banyuwangi. Menariknya, warna dari ribuan cangkir yang disuguhkan adalah seragam. Cara penyajiannya juga seragam karena diyakini bisa menghasilkan rasa kopi terbaik.

“Semuanya gratis. Ini akan jadi malam yang romantis, karena di depan tiap rumah akan dipasang obor sebagai penerangan,” imbuh Bramuda.

Saat ini, akses wisatawan ke Banyuwangi semakin mudah. Selain jalur darat dan laut, juga telah ada Garuda Indonesia dan Wings Air yang tiap hari menerbangi Banyuwangi dari Surabaya dan Denpasar. ”Cukup 45 menit dari Surabaya dan 20 menit dari Denpasar,” kata dia. (humas protokol)

Categorised in:

No comment for Ethno Carnival dan Festival Kopi Digelar di Banyuwangi Akhir Pekan Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

you MUST enable javascript to be able to comment