Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » KRIMINAL » Empat Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Logo Palu Arit

Empat Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Logo Palu Arit

(503 Views) May 16, 2017 11:29 pm | Published by | No comment

– Amrullah (paling kiri) bersama Dwi Ratna Sari dan warga penolak tambang yang lainnya. (Memorandum – Muh Hujaini)

Banyuwangi, Memorandum – Kasus munculnya logo palu arit pada aksi tolak tambang pada awal April lalu mulai mendapatkan kemajuan. Setelah melakukan gelar perkara, akhirnya Polisi menetapkan 4 orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Identitas mereka adalah Heri Budiawan alias Budi Pego, Cipto Andreas, Trimanto, dan Dwi Ratna Sari. Keempatnya warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Dewa Putu Prima Yogantara Parsana menyatakan, mereka keempat orang itu ditetapkan sebagai tersangka sejak Jumat (12/5) pekan lalu.  Begitu menyandang  status tersangka keempat orang itu langsung dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka. “Hari ini kita periksa sebagai tersangka,” jelasnya.

Informasi yang diperoleh Memorandum, keempat orang itu memiliki peran berbeda dalam kasus ini. Budi Pego terjerat perkara ini karena yang bersangkutan adalah koordinator lapangan (korlap) aksi tersebut. Sementara tiga tersangka lainnya merupakan orang yang membentangkan spanduk yang terdapat logo palu arit tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Amrullah, selaku pengacara empat orang itu membenarkan kliennya sudah ditetapkan menjadi tersangka. Dia mengaku sedang mendampingi Budi Pego dan tiga tersangka lainnya dalam pemeriksaan. Pantauan Koran ini, pemeriksaan tiga tersangka sudah selesai sekitar pukul 12.00 WIB. Sementara pemeriksaan Budi Pego masih berlangsung hingga siang.

Menurut Amrullah, kliennya dijerat dengan pasal yang sama yakni pasal 107a Undang-undang nomor 27 tahun 1999 tentang ancaman terhadap keamanan Negara. Pihaknya kini masih mengkaji apakah akan melakukan praperadilan ataukah tidak. Sebab kasus ini menurutnya belum memiliki alat bukti yang cukup. “Spanduk yang ada logo palu arit tidak ditemukan,” jelasnya.

Alat bukti yang ada menurutnya hanyalah rekaman aksi tersebut. Padahal, kata Amrullah, berdasarkan putusan MK (mahkamah Konstitusi) rekaman tidak bisa dijadikan sebagai alat bukti dalam sebuah perkara.

Mengenai peran keempat kliennya, pria ini menyebut hanya sebatas membawa spanduk yang berlogo palu arit tersebut. Dia menyebut, 23 saksi yang diperiksa Polisi seluruhnya ikut membawa spanduk tersebut. “Tapi mereka tidak mengetahui spanduk tersebut terdapat logo palu arit,” tandasnya.

Dia mendesak Polisi juga mengungkap otak di balik munculnya logo palu arit dalam spanduk aksi tolak tambang itu. Menurutnya, gerakan yang dilakukan warga itu ada penyusupnya. Spanduk tersebut setelah dibentangkan diambil oleh yang memberikan. “Ini yang harus ditemukan. Jadi gerakan tolak tambang ini murni gerakan rakyat, tidak ada PKI-nya,” pungkasnya. (jai/bud)

Sumber | Surat Kabar Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Empat Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Logo Palu Arit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*