Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » DULUR ISUN » Dulur Isun : Wahyu Anggoro

Dulur Isun : Wahyu Anggoro

(517 Views) August 2, 2016 1:03 pm | Published by | No comment

Sering Kehilangan Moment

Wahyu Anggoro

Wahyu Anggoro

Banyuwangi, Memorandum – Disatu sisi, beragam even seni-budaya yang digelar sebagai rangkaian pelaksanaan Banyuwangi Festival (B-Fest), diakui atau tidak, telah menjadikan kota yang berjuluk ‘Sunrise of Java’ ini semakin dikenal dimana. Banyaknya wisatawan dan pengunjung even-even B-Fest ke Banyuwangi, juga semakin mendorong pertumbuhan ekonomi yang luar biasa bagi Banyuwangi.

Namun disisi lain, ternyata ada sebagian kalangan yang justru seringkali merasa kehilangan momen pada saat-saat Kota Banyuwangi dibanjiri oleh tamu dari luar daerah.

Wahyu Anggoro (42), seorang pedagang kuliner di café tenda Taman Blambangan, mengungkapkan, pada momen-momen tertentu penyelenggaraan B-fest yang digelar di seputar Taman Blambangan, seperti; Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), justru para pedagang kuliner café tenda Taman Blambangan ‘dipaksa’ untuk libur.

“Kita juga ingin memperkenalkan produk kuliner lokal Banyuwangi kepada para tamu pendatang. Tetapi justru pada saat banyak tamu luar daerah datang ke Banyuwangi, kita malah diminta untuk libur. Ya sebenarnya kita sadar bahwa itu untuk menjaga image Kota Banyuwangi yang bersih. Tetapi keinginan kita untuk lebih memperkenalkan produk kuliner lokal justru tidak bisa,” kata Wahyu.

Menurutnya, akan lebih bijak bila PKL dan kalangan pedagang kuliner dibuatkan lokasi khusus sebagai sentra kuliner lokal, sehingga para tamu dari luar daerah bisa ‘digiring’ untuk mampir dan mencicipi kuliner lokal di lokasi tersebut. (bud)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Dulur Isun : Wahyu Anggoro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*