Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Dulur Isun : Temu’ Misti

Dulur Isun : Temu’ Misti

(748 Views) April 22, 2016 10:20 am | Published by | No comment

Legenda Gandrung Banyuwangi

Temu’ Misti

Temu’ Misti

Banyuwangi, Memorandum – Dari balik kacamata awam, kiprahnya dalam berkesenian terbilang luar biasa. Ia adalah seorang pengabdi seni yang tak pernah silau oleh kebesaran namanya. Itulah Temu’ Misti, si Gandrung Senja yang sampai saat ini masih bertahan hidup dengan kiprahnya sebagai penari Gandrung Banyuwangi.

Tinggal di Dusun Kedaleman, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, hidup Temu’ bisa dibilang sangat sederhana dibanding dengan popularitas namanya yang sudah mendunia. Namun demikian, tetap dalam kebersahajaan hidupnya, Temu’ mengaku tak hendak beranjak dari kesenian tradisional yang selama ini digelutinya.

Kesenian gandrung sudah mendarah-daging baginya. Terbukti, sejak pertama belajar nggandrung pada Gandrung Rehati ketika usianya masih belasan tahun, sampai saat ini ia masih setia menekuni kesenian asli Banyuwangi itu. Sebagai seniwati kesenian tradisional, kiprahnya di dunia seni tradisional terbilang fenomenal. Dengan suaranya yang khas, gendhing-gendhing gandrung yang dilantunkannya pun mampu menembus pasar musik dunia.

Sebagai seniwati tradisional, nama Temu’ bisa dibilang legendaries. Salah satu kelebihan yang tidak dimiliki oleh penari Gandrung lainnya adalah suaranya, yang mampu melengking tinggi dan meliuk-liuk. Dalam usianya yang sudah tergolong senja sekarang ini, suara Temu’ saat melantunkan gendhing-gendhing nyaris tidak berubah. Bahkan pada tahun 2013 lalu, Temu’ sempat duet dengan penyanyi Jazz, Syaharani, dalam acara Festival Jazz yang digelar Pemkab Banyuwangi di Pantai Boom.

Sepanjang kariernya sebagai seniwati tradisional, berbagai penghargaan dan pujian sudah pernah diterimanya. Dan penghargaan paling akhir yang diterimanya adalah; Piagam Penghargaan Kartini Indi Woman Award 2013 – sebuah piagam penghargaan kosong (tanpa tertulis namanya) – yang disertai dengan sejumlah uang tunai. Penghargaan tersebut dipersembahkan oleh PT Telkom Indonesia. Sip, Mbok..!! (bud)

Sumber : Koran Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Dulur Isun : Temu’ Misti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*