Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali

Click to open Menus
Home » DULUR ISUN » Dulur Isun : Sumitro Hadi

Dulur Isun : Sumitro Hadi

(1157 Views) June 13, 2016 6:17 pm | Published by | No comment

Guru Besar Tari Banyuwangi

Sumitro Hadi

Banyuwangi, Memorandum – Dalam pentas seni tari tradisional Banyuwangi, nama Drs Sumitro Hadi bukanlah nama yang asing. Sebagai seniman sekaligus pencipta tari (Koreografer), pria kelahiran 16 Agustus 1951 ini masih tetap konsisten pada bidang seni yang ditekuninya. Dan pekerjaannya sebagai abdi Negara (Pegawai Negeri Sipil, red.) juga tak menghalanginya untuk tetap menggarap karya-karya tari yang beberapa diantaranya menjadi cukup fenomenal dan menjadi ciri khas tari tradisional Banyuwangi.

Ditempat tinggalnya di Desa Gladag, Rogojampi, sekitar tahun 1972 Sumitro mendirikan sanggar tari ”Jingga Putih”. Dan pada tahun itu pula ia mulai mengabdi sebagai tenaga sukwan di Kantor Pemkab Banyuwangi, sampai akhirnya diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan ditugaskan sebagai guru SMP pada tahun 1980. Semenjak resmi diangkat sebagai Abdi Negara, Sumitro merasa kreatifitasnya semakin terpacu. Ia mulai berhasil menelorkan karya-karya yang fenomenal seperti: tari Jejer Gandrung dan Jejer Jaran Dhawuk. Sedangkan tari Jaran Goyang yang dikenal sebagai salah satu tari yang secara eksplisit mampu mewakili kultur masyarakat Using, adalah tarian yang ia gubah dari hasil ciptaan H Suparman.

Sampai saat ini, ada sekitar 90-an tari yang sudah diciptakan Sumitro Hadi, yang beberapa diantaranya sudah berhasil menyabet penghargaan tingkat nasional. Bahkan salah satu dari ciptaannya yang berjudul Walang Kadung , sudah ditetapkan sebagai salah satu tari anak nasional.

Yang membanggakan, Sumitro Hadi merupakan satu-satunya koreografer Banyuwangi yang 2 buah karya tarinya sudah terdaftar resmi dan berhasil mengantongi Hak Karya Intelektual (HAKI) dari Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia. Dua buah tari karya Sumitro Hadi itu adalah; Tari “Jejer Jaran Dhawuk” yang diciptakan tahun 1981, dengan nomor; 026984 tertanggal 11 Pebruari 2004 dan Tari “Jejer Gandrung” yang diciptakan pada tahun 1976, dengan nomor; 026985 tertanggal 11 Pebruari 2004.

Pensiun sebagai PNS pada tahun 2007 ternyata tak membuat “darah seni” nya mampat. Terbukti, dia masih sanggup cawe-cawe dan dipercaya membuat konsep untuk even pagelaran tari kolosal yakni;  Tari Massal “Gandrung Sewu” (2012) dan Tari Massal “Paju Gandrung Sewu” (2013)  yang digelar Pemkab Banyuwangi dalam rangka Hari Jadi Banyuwangi. (bud)

Categorised in:

No comment for Dulur Isun : Sumitro Hadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

you MUST enable javascript to be able to comment