Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » DULUR ISUN » Dulur Isun : Sobari Sofyan

Dulur Isun : Sobari Sofyan

(1590 Views) March 30, 2016 10:47 am | Published by | No comment

Aku Sang Penari

Subari Sofyan rubrik dulur isun

Subari Sofyan

Banyuwangi, Memorandum – Penyusunan Rencana Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan Seni, Budaya dan Masyarakat Adat, mendapat respon luar biasa dari kalangan seniman-budayawan. Mereka berharap, Perda itu nantinya benar-benar bisa menjadi ‘payung’ yang mampu menaungi kiprah seniman-budayawan Banyuwangi dalam berkarya.

Koreografer dan seniman tari Banyuwangi, Subari Sofyan, berharap agar produk Perda tersebut nantinya tidak hanya menjadi ‘catatan dan peraturan diatas kertas’ semata, tetapi benar-benar bisa berfungsi sebagai produk hukum yang bisa dijadikan pegangan oleh para seniman.

Sebagaimana yang diinginkan oleh para pelaku kesenian lainnya, penari dan pemilik Sanggar Tari ‘Sayu Gringsing’ ini sangat berharap agar Perda tersebut sekaligus mampu menetapkan standar nilai jual yang layak bagi karya-karya seniman, agar karya-karya mereka tidak dihargai dengan seenaknya, termasuk oleh Pemkab yang seringkali menggunakan jasa-jasa mereka. “Kalau pemerintah atau instansi yang memesan, biasanya kita dipatok dengan jumlah anggaran yang terbatas. Anggarannya sekian, mintanya tarian ini dan itu, penarinya sekian, dan seterusnya. Padahal, anggaran itu masih harus dibagi-bagi; untuk upah penari, untuk make-up, untuk kostum dan lain-lainnya,” ungkapnya.

Menurutnya, anggaran yang diberikan oleh pengguna jasa khususnya pemerintah dan instansi, seringkali jauh dari cukup. Sehingga, kata Subari, terpaksa dia harus menyesuaikan dengan anggaran yang ada. “Hal-hal seperti itu malah menjadi pembatas bagi seniman untuk berkarya secara maksimal. Karena itu, kita berharap Perda tersebut sekaligus bisa mengakomodasi kepentingan-kepentingan seperti itu. Karya-karya seniman harus dihargai dengan layak agar kehidupan mereka juga bisa lebih layak. Dalam hal ini, pemerintah juga bertanggung jawab atas kesejahteraan para seniman,” ungkap koreografer dan penari kelahiran 22 Mei 1955, yang sudah malang-melintang di panggung kesenian tradisional tanah air, dan sudah beberapa kali mewakili negara sebagai duta budaya. Bener Kang..! (bud)

Sumber : Koran Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Dulur Isun : Sobari Sofyan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*