Dulur Isun : Sigit Wahyu Widodo, SH

1419 views
banner 468x60)

Sempat Kehilangan Kemerdekaan

sigit wahyu widodo

Sigit Wahyu Widodo, SH

Banyuwangi, Memorandum – Kalah dalam suatu pertarungan politik, bukan hal yang memalukan. Apalagi, keterlibatannya dalam pertarungan perebutan ‘jabatan politik’ itu merupakan sikap politik yang harus diambil, dan sebuah keniscayaan yang tidak mungkin dihindarinya. Lalu..?

“Sebagai warga masyarakat yang punya hak demokrasi, dan sebagai kader partai yang tak ingin dianggap pengecut, saya ikhlas untuk terlibat dan menjadi bagian dari dinamika politik Banyuwangi. Saya bukan pecundang, karena keterlibatan saya itu adalah untuk menyelamatkan wajah demokrasi kita,” kata Sigit Wahyu Widodo, SH., yang dalam Pemilukada Banyuwangi beberapa waktu lalu menjadi Calon Wakil Bupati mendampingi Ir Sumantri Soedomo untuk bertarung melawan pasangan incumbent, Abdullah Azwar Anas – Yusuf Widyatmoko.

Aktifis LSM kelahiran Bondowoso, 21 Desember 1963 itu mengaku, terlibat langsung dalam dinamika politik Pemilukada sempat membuatnya menjadi ‘orang lain’ dan kehilangan kemerdekaan. “Selama ini, saya adalah saya dengan apa adanya. Ketika saya harus mengikuti aturan-aturan protokoler dan berjadual, saya merasa telah kehilangan diri saya. Sebagai ‘korban’ pelaksanaan Pemilukada Serentak, banyak beban yang harus saya tanggung, termasuk beban moral dan perasaan kepada anak-istri saya. Karena sebenarnya mereka juga telah menjadi korban dalam lakon politik ini,” ungkapnya.

Bagaimanapun, Sigit Wahyu Widodo telah ‘berbuat’ untuk Banyuwangi. Dan keterlibatannya dalam pergulatan perebutan ‘jabatan politis’ itu telah membuat namanya tercatat dalam perjalanan sejarah politik di Bumi Blambangan ini. Tetap Semangat, Bung…! (bud)

Sumber : Koran Harian Memorandum

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply

*