Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » DULUR ISUN » Dulur isun : Punjul Ismuwardoyo, S.Sen

Dulur isun : Punjul Ismuwardoyo, S.Sen

(785 Views) April 8, 2016 7:19 pm | Published by | No comment

Wakili Budaya dan Budayawan

punjul ismuwardoyo1

Punjul Ismuwardoyo, S.Sen

Banyuwangi, Memorandum – Berangkat dari panggung seni yang kemudian terbawa arus ke panggung politik, tak membuat jati-dirinya sebagai seniman tari dan teater bergeser. Sebagai seniman panggung, ‘jubah politik’ yang dikenakannya saat ini justru membuatnya semakin mawas-diri dan memahami betapa ‘mahal’ arti kesejahteraan bagi para seniman tradisional. Justru melalui area politik yang dilakoninya saat ini, politisi Partai Hanura yang tercatat sebagai anggota Komisi 2 DPRD Banyuwangi ini malah merasa menemukan jalur yang tepat untuk membela dan memperjuangkan nasib seniman-seniwati koleganya.

Begitulah, seniman tari bernama lengkap; Punjul Ismuwardoyo, S.Sen., ini justru semakin berani melontarkan protes terhadap ketidak-adilan dan kesewenang-wenangan yang seringkali dialami oleh para pelaku seni-budaya. Seperti misalnya, ketika pelaksanaan sebuah ritual-budaya yang terpaksa harus ditunda karena menunggu kehadiran seorang pejabat. “Pada saat rapat paripurna kemarin, masalah seperti itu kembali saya ungkap. Tujuannya, supaya mereka tahu bahwa ritual-budaya itu adalah bagian dari kultur budaya masyarakat yang sudah ada sejak lama, yang tidak terikat oleh aturan-aturan protokoler. Dengan menghormati dan menjaga keutuhan adat dan ritual-budaya masyarakat, sama halnya dengan kita turut andil dalam upaya pelestariannya,” ungkap alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kelahiran tahun 1965 ini.

Dari kursi legislatif yang didudukinya, konsistensinya terhadap upaya pelestarian dan pengembangan seni-budaya tradisional justru semakin mantap. Maka tidaklah mengherankan bila dari dalam benaknya kemudian muncul gagasan tentang adanya sebuah regulasi yang mampu menata dan mengatur permasalahan seni-budaya dengan berbagai aspeknya.

“Banyuwangi ini kan masyarakatnya multi-etnis. Semua memiliki seni-budaya dan kultur yang berkembang dilingkungan masing-masing. Untuk kepentingan mengayomi, merawat dan melestarikan kekayaan itu, maka dibutuhkan sebuah peraturan daerah (Perda). Dan usulan saya tentang Perda itu sudah disetujui untuk dimasukkan dalam daftar Prolegda 2016. Artinya, kita akan segera memiliki tata-cara dan aturan-aturan tentang bagaimana mengatur, merawat, mengawasi dan sekaligus upaya melestarikan kekayaan seni-budaya yang ada,” jelasnya. Inggih, Kang …!! (bud).

Sumber | Koran Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Dulur isun : Punjul Ismuwardoyo, S.Sen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*