Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » DULUR ISUN » Dulur Isun : Ndenden Wibisono, A.Ma.

Dulur Isun : Ndenden Wibisono, A.Ma.

(762 Views) April 2, 2016 3:18 pm | Published by | No comment

Sang Komandan Jukir

Ndenden W, Dulur Isun

Ndenden Wibisono, A.Ma.

Banyuwangi, Memorandum – Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, bila akhirnya dia harus menyadang gelar ‘Komandan Juru Parkir’ se Kabupaten Banyuwangi. “Saya mulai dipercaya sebagai Koordinator Pengawas Jukir Dishubkominfo Banyuwangi sejak tahun 2009,” ungkap Ndenden Wibisono, tokoh muda yang sebelumnya juga pernah terlibat dalam kepengurusan salah satu Partai Politik ini.

Saat ini, dalam peran dan tanggung-jawabnya sebagai Komandan Jukir, Alumni D2 Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) Banyuwangi itu justru semakin menampakkan kemampuan leadership-nya. Dibawah kepemimpinannya, eksistensi para Jukir mulai diperhitungkan semua pihak, termasuk oleh Pemkab Banyuwangi.

“Honor resmi Jukir itu kurang dari Rp 500 ribu per bulan. Itupun masih harus dipotong iuran BPJS dan sebagainya. Lalu, bisa apa mereka dengan uang sebanyak itu?. Padahal, bila dibanding dengan capaian hasil parkir berlangganan yang setiap tahun angkanya selalu bertengger pada posisi paling atas perolehan kas daerah, lalu apa artinya uang Rp 500 ribu per bulan bagi seorang tukang parkir?,” ungkap Ndenden, yang ketika duduk di bangku SMP Negeri 1 Banyuwangi menjadi adik kelas Bupati Abdullah Azwar Anas ini.

Kondisi itulah yang kemudian ‘memaksanya’ untuk bisa berbuat sesuatu agar para Jukir anggotanya bisa mengatasi kesulitan masing-masing. “Sekarang ini kita sudah punya koperasi. Melalui koperasi inilah kita berharap kesulitan masing-masing anggota bisa diatasi. Ada program Tabungan Kesehatan yang bisa sewaktu-waktu dimanfaatkan oleh anggota dan keluarganya. Juga ada Tabungan Hari Raya. Semua itu, modalnya dikumpulkan dari anggota, yang dikelola koperasi untuk kepentingan anggota sendiri,” kata Ndenden.

Selain itu, berkat upaya Ndenden pula sekarang kini para Jukir bisa mengajukan pinjaman ke Bank Jatim tanpa agunan. “Pelayanan itu bisa kita peroleh setelah penerimaan honor Jukir yang sebelumnya dibayar tunai sekarang melalui rekening Bank Jatim. Itulah yang menjadi jaminannya,” jelasnya. Selamat berjuang Bung..! (bud)

Sumber : Koran Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Dulur Isun : Ndenden Wibisono, A.Ma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*