Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » DULUR ISUN » Dulur Isun : Muhammad Sahlan

Dulur Isun : Muhammad Sahlan

(651 Views) April 27, 2016 7:28 pm | Published by | No comment

Banyuwangi in Grade Tinggi

muhammad sahlan

Muhammad Sahlan

Banyuwangi, Memorandum – Seiring dengan berbagai kemajuan yang telah dicapai, posisi Kabupaten Banyuwangi saat ini berada pada ‘grade’ yang cukup tinggi. Dalam kondisi tersebut, Banyuwangi menjadi semacam ‘magnet’ yang mampu menarik perhatian berbagai kalangan. Selain investor yang mulai tergiur dengan potensi yang dimiliki, kalangan penegak hukum pun mulai tertarik untuk menguak dan memperhatikan Banyuwangi lebih dalam lagi. Bukan semata karena pelanggaran hukum yang kemungkinan besar bisa terjadi, tetapi juga keinginan untuk mendapatkan bukti riil tentang adanya ‘faktor X’ yang menjadi mendorong kemajuan Banyuwangi. Artinya, apakah kemajuan yang berhasil dicapai Banyuwangi ini benar-benar ditopang oleh kelengkapan piranti serta sumber daya yang layak dan mumpuni, ataukah hanya berkat kepiawian dalam hal membuat kemasan dan promosi?

Begitulah pemikiran yang diungkap oleh Muhammad Sahlan, tentang apa dan bagaimana Banyuwangi saat ini. Mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banyuwangi (2006 – 2007) yang saat ini menjadi Legislator Partai Golkar DPRD Banyuwangi ini menegaskan, kehadiran sejumlah personel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Banyuwangi beberapa hari belakangan, menjadi bukti tentang betapa kemajuan Banyuwangi mulai menjadi incaran dan perhatian berbagai pihak. Masalahnya sekarang, bagaimana Pemkab Banyuwangi bisa membuktikan bahwa piranti lunak dan system pelayanan birokrasi serta SDM aparatur yang ada benar-benar merupakan penopang, penyangga dan pendorong bagi kemajuan yang berhasil dicapai Banyuwangi saat ini.

“Bila piranti lunaknya, system pelayanan birokrasi dan SDM aparaturnya ternyata tidak selaras dengan perkembangan yang dicapai Banyuwangi saat ini, kedepan nanti hal itu akan menjadi blunder. Apalagi bila penggantinya nanti tidak se-level dengan Bupati yang sekarang ini,” ungkap alumni Pasca Sarjana UGM (2013) kelahiran 7 Juni 1981 ini dengan nada khawatir. Wallaak, gedigu tah Kang..?? (bud)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Dulur Isun : Muhammad Sahlan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*