Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » DULUR ISUN » Dulur Isun : Made Swastiko, SE

Dulur Isun : Made Swastiko, SE

(488 Views) November 1, 2016 10:50 am | Published by | No comment

Generasi Kelima

made-swastiko

Made Swastiko, SE

Banyuwangi, Memorandum – Menurut catatan sejarah, keberadaan Orang Bali di Bumi Blambangan ini sudah ada sejak sekitar tahun 1770-an silam. Karena itu, anggapan Orang Bali yang menyatakan bahwa Wong Osing adalah saudara tua, ada benarnya. Lingkungan Kampung Bali yang ada di wilayah Kelurahan Penganjuran, Kota Banyuwangi, serta Desa Patoman, Kecamatan Rogojampi, dan sekitarnya, membuktikan jejak keberadaan Orang-orang Bali di Banyuwangi sejak ratusan tahun silam.

Made Swastiko, SE., generasi kelima keturunan Bali yang bermukim di Desa Patoman, Kecamatan Rogojampi, menuturkan, kakek buyutnya adalah generasi Orang Bali pertama yang mbabat alas dan mendirikan permukiman di Desa Patoman dan sekitarnya. “Menurut cerita para leluhur, Orang Bali pertamakali datang ke Banyuwangi ini skeitar tahun 1770-an. Pertama mereka bermukim di Kampung Bali, Kota Banyuwangi saat ini. Kemudian sebagian mbabat-alas Patoman untuk mendirikan permukiman. Saya ini adalah generasi kelima keturunan kakek-buyut saya, yang dahulu pernah menjadi Prajurit Blambangan yang bergelar ‘Singo Barong’,” tutur alumni STEI Yapan, Surabaya, tahun 2006, yang sudah dua periode ini menjadi Legislator PDI Perjuangan di DPRD Banyuwangi.

“Saya Lahir dan besar di desa Patoman. Darah saya memang darah Bali. Tetapi, lehir-bathin saya ini adalah orang Banyuwangi, yang tentu saja cinta Banyuwangi. Dan saya akan terus mengabdi untuk kepentingan Banyuwangi,” tandas politisi kelahiran 1972 ini. (bud)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Dulur Isun : Made Swastiko, SE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*