Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Dulur Isun : H Sugiharto

Dulur Isun : H Sugiharto

(670 Views) April 14, 2016 1:56 pm | Published by | No comment

Kembalikan Kejayaan Pertanian

H Sugiharto, dulur isun

H Sugiharto

Banyuwangi, Memorandum – Bekas pabrik pengolahan buah kelapa (Kopra) menjadi minyak, masih berdiri tegak di daerah Sukowidi dan Karangrejo. Dan sebutan ‘Banyuwangi Kota Pisang’ pun masih terngiang ditelinga. Itu semua merupakan jejak-jejak sejarah tentang kejayaan Banyuwangi sebagai daerah penghasil produk-produk pertanian dan hortikultura.

Yang terjadi sekarang ini justru sebaliknya. Masyarakat Banyuwangi mulai menggantungkan kebutuhan produk hortikultura seperti buah kelapa dan pisang, justru dari luar daerah. Kondisi inilah yang sangat  dikhawatirkan oleh H Sugiharto, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang saat ini tercatat sebagai anggota DPRD Banyuwangi.

“Ketergantungan masyarakat kita terhadap buah pisang dan kelapa dari luar daerah, menjadi preseden buruk bagi ketahanan perekonomian kita. Padahal pada beberapa dekade lalu, kita ini (Banyuwangi, red.) sangat dikenal sebagai produsen besar buah kelapa dan pisang. Faktanya, Banyuwangi pernah mendapat sebutan sebagai Kota Pisang. Lalu, kemana semua kejayaan itu?,” ungkap politisi kelahiran Surabaya Tahun 1971 ini.

Menurutnya, pemberlakuan pasar bebas sudah tidak mungkin bisa dihindari. Dan masyarakat kita sebenarnya mampu menghadapinya dengan memperkuat basis-basis ekonomi lokal dengan cara meningkatkan mutu dan kualitas produk-produk lokal. “Jepang boleh menjual produk-produk mobilnya ke Indonesia. Korea boleh menjual ‘Samsung’-nya ke pasar kita. Tetapi bagaimana caranya agar buah pisang yang mereka makan itu adalah buah-buah pisang hasil pertanian masyarakat kita. Dan sebenarnya itu bukan hal yang mustahil. Sebab sejak zaman sejarah dulu, Banyuwangi ini kan sudah sangat dikenal sebagai daerah pertanian. Kita harus bisa mengembalikan kejayaan pertanian kita itu bila kita tidak ingin terpuruk dalam menghadapi pasar bebas,” tukasnya.

Kekhawatirannya terhadap semakin melemahnya hasil produk pertanian dan hortikultura ini antara lain, karena minimnya ketersediaan anggaran untuk pertanian dalam APBD Banyuwangi 2016. Dijelaskan, pada APBD Banyuwangi 2016 yang nilainya mencapai Rp 2,6 triliun, untuk kepentingan dunia pertanian hanya dianggarkan sebesar Rp 60 miliar. “Dalam APBD Banyuwangi 2016, dunia pertanian hanya mendapat jatah sekitar Rp 60 miliar atau sekitar 2,3 persen. Dahulu pada masa Presiden Suharto, Indonesia pernah mengalami swa-sembada pangan ketika anggaran untuk pertanian dialokasikan sebesar 15 persen. Kita harus belajar dari itu,” ungkapnya. Bener juga Kang … !! (bud)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Dulur Isun : H Sugiharto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*