Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Dulur Isun : Apridiantono

Dulur Isun : Apridiantono

(552 Views) April 16, 2016 12:36 pm | Published by | No comment

Agar Ilmu Tidak Mubadzir

Banyuwangi, Memorandum

apridiantono

Apridiantono

Mengabdi sebagai tenaga pengajar dengan status GTT (Guru Tidak Tetap), sama sekali tak membuatnya merasa jenuh. Bahkan, dengan honor yang masih jauh dibawah upah minimum regional (UMR), juga tak membuatnya ingin beranjak mencari tempat kerja lain yang honornya lebih layak. Mengapa demikian?

Pak Guru kelahiran 10 April 1981 bernama; Apridiantono, ini beralasan, kondisi sekolah (tempat kerja) yang kondusif dan kekeluargaan serta fasilitas sekolah yang cukup memadahi untuk pengembangan, membuatnya cukup betah sebagai tenaga pengajar.

“Meski status saya masih tetap sebagai GTT, saya merasa betah menjadi tenaga pengajar. Alasannya sederhana. Pertama, ini adalah pengabdian. Berikutnya, hampir setiap hari saya berinteraksi dengan siswa, sehingga bisa mengurangi stress dalam pekerjaan. Apalagi bila dibandingkan dengan pekerjaan yang hanya menghadapi benda-benda mati seperti kertas. Lebih dari itu, dengan mengajar, ilmu yang kita peroleh dari kuliah tidak mubadzir dan bermanfaat,” kata Apridiantono, yang selama 13 tahun lebih menjadi GTT di SMK Negeri 1 Glagah.

Sebagai guru SMK, alumni PENS-ITS Surabaya ini tentu tahu persis apa yang dibutuhkan oleh para siswanya setelah mereka lulus. “Kalau boleh saya usul, saya ingin agar pemerintah memperbanyak MoU dengan perusahaan-perusahaan untuk menampung lulusan SMK. Selain itu, perbanyak juga pelatihan untuk para guru dan siswa guna pengembangan sekolah dan kompetensi siswa,” kata pehobi fotografi, yang akrab disapa dengan panggilan Janotok ini. Selamat mengajar, Kang Guru …!! (bud)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Dulur Isun : Apridiantono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*