Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » OLAHRAGA » Dualisme Club Sepak Bola Banyuwangi, Laros Jenggirat: Persewangi Indonesia ‘No’, Persewangi 1970 ‘Yes’

Dualisme Club Sepak Bola Banyuwangi, Laros Jenggirat: Persewangi Indonesia ‘No’, Persewangi 1970 ‘Yes’

(2579 Views) August 23, 2016 2:46 pm | Published by | No comment

Laros Banyuwangi

Banyuwangi, Memorandum. – Suporter Laros Jenggirat lebih memilih dukungannya kepada club Persewangi 1970, pimpinan Nanang Nur Ahmadi, ketimbang Persewangi Indonesia, Hari Wijaya. Dualiseme club sepak bola kebanggan masyarakat Banyuwangi terus berpolemik, masing-masing mengklaim paling benar. Namun pilihan supporter sepak bola bisa menjadi penentu dukungan keberpihakan.

Aksi dukung mendukung, tersirat saat supporter Laros Jenggirat memberi dukungan penuh kepada Persewangi 1970 dalam laga melawan Persid Jember All Star yang digelar di Stadion Diponegoro Banyuwangi, Minggu sore (21/8)

Bentuk dukungan suporter Laros Jenggirat kepada kesebelasan pimpinan Nanang Nur Ahmadi yakni dengan aksi turun ke lapangan membeberkan banner bertuliskan “IkilohPersewangi hang asli, bangkitlah Persewangi 1970, usir Persewangi-KW dari bumi blambangan”.

Laros Jenggirat Banyuwangi

Nanang Nur Ahmadi ditemui usai pertandingan mengaku, untuk sekarang ini memang sedang memferifikasi data dan kronologi serta berjuang agar haknya dikembalikan seperti semula atau sama halnya dengan kejadian yang menimpa Persebaya, Arema, Persibo dan klub besar lainnya. Mengingat, Persewangi 1970 masih memiliki legalitas dan sudah mendapat rekomendasi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) sehingga dapat melakukan berbagai pertandingan.

Upaya lobi kepada pihak PSSI juga terus dilakukan, termasuk mengirim kelengkapan administrasi seperti akte, NPWP dan lainnya secara lengkap sudah disetorkan kepada PSSI pada tahun 2011 sesuai permintaan seperti dieranya Johar Arifin, terangnya. “Tapi kita optimis mendapat suara pada kesempatan Kongres Luar Biasa (KLB) masuk divisi utama dan ikut serta dalam kompetisi resmi, karena hal ini juga merupakan sebuah amanah,” kata Nanang.

Menanggapi soal adanya dua kubu atau dualisme kepengurusan di tubuh Persewangi seperti Persewangi ISL dibawah komando Hari Wijaya, lanjut Nanang. “Saya no coment, Persewangi 1970 inilah yang asli,” ungkapnya.

Semuanya kembali pada publik, para penonton maupun suporter terbukti masih setia mendukung Persewangi 1970 dalam kancah persepak bolaan nasional, pungkasnya.

Sayangnya pihak, Managemen Persewangi Indonesia, yang dipandegani Hary Wijaya dikonfirmasi via telephone pribadinya belum berhasil diminta keterangan. (fat/coi)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Dualisme Club Sepak Bola Banyuwangi, Laros Jenggirat: Persewangi Indonesia ‘No’, Persewangi 1970 ‘Yes’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*