Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PEMERINTAHAN » DPRD Sorot Kejanggalan Rp 2,3 M

DPRD Sorot Kejanggalan Rp 2,3 M

(411 Views) March 31, 2017 8:00 am | Published by | No comment

– Anggota Badan Anggaran DPRD Banyuwangi, Samsul Arifin. (Memorandum – Irham Kusuma)

Banyuwangi, Memorandum – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banyuwangi dalam rapat kerja LKPJ Bupati 2016, menyoroti tentang kejanggalan anggaran Jasa Pelayanan(JP)  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Genteng Banyuwangi, Kamis (30/3).

Anggota Badan Anggaran DPRD Banyuwangi, Samsul Arifin, mengatakan, seharusnya pelayanan kesehatan mulai dari puskesmas ataupun rumah sakit adalah gratis. Namun yang dilakukan RSUD Genteng justru ada jasa pelayanan yang dibebankan kepada pasien.

Bahkan jumlah jasa pelayanan dari para pasien selama tahun 2016 kemarin yang diselewengkan mencapai Rp 2,3 miliar. Padahal menurut anggota banggar yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi Tiga ini, pelayanan yang diberikan RSUD milik pemerintah daerah itu sudah terbilang bagus, namun sayang ada pungutan yang kurang jelas. Terlebih menurutnya hingga saat ini belum ada regulasi yang membolehkan management rumah sakit pemerintah memberikan uang kepada karyawannya di luar gaji karyawan.

Menurutnya, jika RSUD tersebut ada pemasukan dari sektor lain, harus langsung diserahkan ke kas daerah. Selanjutnya yang berhak memberikan uang tambahan kepada karyawan harus pemerintah daerah. “Kasus ini selanjutnya akan kita bahas lebih detail di banggar, dilanjutkan ke pansus, adan akan menjadi rekomendasi pada LKPJ mendatang,” ujar anggota dewan dari fraksi PPP, Kamis (30/3).

Samsul mengaku sudah mendapat laporan tentang kejanggalan anggaran jasa pelayanan RSUD Genteng yang saat ini sedang diaudit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Jawa Timur.

Dana jasa pelayanan yang diberikan kepada sejumlah karyawan RSUD Genteng, adalah uang hasil pelayanan pasien dan penjualan obat. Uang yang diberikan dua bulan sekali kepada karyawan tersebut besarannya bervariasi. Sebab disesuaikan dengan jabatan setiap karyawan, serta mengacu pada banyaknya jumlah pasien dan penjualan obat rumah sakit tersebut.  (ham/bud)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for DPRD Sorot Kejanggalan Rp 2,3 M

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*