Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » EKONOMI » DPRD Anggap Banyuwangi Tidak Siap MEA

DPRD Anggap Banyuwangi Tidak Siap MEA

(638 Views) January 5, 2016 10:19 am | Published by | No comment

Banyuwangi, Memorandum – Mulai diberlakukannya Pasar Bebas Asia yang dikenal dengan istilah Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), mulai dikhawatirkan oleh sebagian kalangan masyarakat Banyuwangi. Sebagaimana diungkap oleh anggota DPRD Banyuwangi dari Partai Amanat Nasional (PAN), H Sugiharto, pemerintah dinilai terlambat dalam mempersiapkan masyarakat untuk menghadapi era pasar bebas Asia. Padahal, kata Sugiharto, secara umum saat ini Indonesia diuntungkan oleh Bonus Demografi, yakni tingkat usia produktif yang lebih besar dari keseluruhan jumlah penduduk.

Tidak Siap MEA

1. H Sugiharto (PAN) 2. Muhammad Sahlan (Golkar) 3. Ruliyono (Golkar

“Seharusnya, tingginya tingkat usia produktif itu bisa menjadi modal untuk menghadapi MEA. Tetapi pemerintah khususnya Pemerintah daerah kita sudah terlambat mempersiapkan itu. Faktanya, tidak sedikit dari tingkat usia prosuktif itu yang berstatus pengangguran. Kalau tidak segera ditangani dengan baik, mereka juga akan menjadi sasaran empuk bagi pasar bebas Asia. Sebab rata-rata anak muda yang masuk dalam tingkat usia produktif itu kebanyakan berpola hidup konsumtif,” ungkap Sugiharto, diruang kerjanya, Senin (5/1) kemarin.

Menurutnya, ketidak-siapan masyarakat menghadapi era pasar bebas Asia itu lebih banyak disebabkan karena minimnya sosialisasi ditingkat masyarakat. “Jangan tanya kepada petani. Tanyakan saja kepada Kepala Desa-nya, apakah mereka tahu apa itu MEA? Padahal ini benar-benar era pasar bebas. Jadi jangan kaget bila nanti banyak tenaga kerja, para penjual jasa serta produk-produk luar yang akan membanjir disini,” tandasnya.

Kekhawatiran akan dampak dari diberlakukannya MEA itu juga ditangkap oleh Muhammad Sahlan dan Muhammad Ruliyono, dua anggota DPRD dari Partai Golkar. “Mau tidak mau, kita sudah harus siap menghadapi itu. Bayangkan, ada 620 juta orang pelaku ekonomi yang akan berebut pasar di Asia. Untuk itu, pemerintah daerah harus segera mengambil langkah-langkah penguatan di tingkat desa. Pemerintah harus bisa mendorong bagaimana para petani kita untuk siap menghadapi persaingan pasar. Misalnya, dengan meningkatkan mutu dan kualitas hasil-hasil pertaniannya,” kata Muhammad Sahlan.

Hal senada juga disampaikan oleh Muhammad Ruliyono. Menurutnya, selain peningkatan infrastruktur untuk menunjang produktifitas ekonomi desa, juga harus diimbangi dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). (bud)

Sumber : Koran Harian Memorandum

Categorised in: ,

No comment for DPRD Anggap Banyuwangi Tidak Siap MEA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*