Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PERISTIWA » Dokter UPT Puskesmas Tapanrejo Minta Maaf

Dokter UPT Puskesmas Tapanrejo Minta Maaf

(888 Views) April 19, 2016 10:42 am | Published by | No comment

Pembiaran Pasien Sakit Asma dan Hipatitis Agastya

Penanganan Medis Buruk (3)

Pertemuan mintaa maaf pihak medis pemerintah kepada keluarga pasien Agastya

Banyuwangi, Memorandum – Heboh pelayanan buruk, berbuntut terjadi pengusiran pasien Asma dan Hipatitis, Agastya Aldi S (15), pelajar SMA Darussalam Ponpes Blokagung asal Kecamatan Muncar oleh petugas medis UPT Puskesmas Tapanrejo jadi polemik tidak sedap terhadap prestis Kabupaten Banyuwangi.

Selain ramai diberitakan media harian di Banyuwang, secara kebetulan ada telphon masuk di Biro Memorandum, pihak medis, dr. Aprin DR didampingi dokter pengurus IDI (ikatan dokter indonesia) dan Plt. Kepala Dinas Kesehatan dr. Rio meminta maaf kepada keluarga korban pembiaran pasien, H. Sulistiyono yang akan menyoal akan menuntut  secara hukum karena pembiaran pasien yang mengandalkan biaya BPJS tersebut.

Menurut informasi diterima Memorandum, pasien Agastya nyaris kehilangan nyawa karena tidak diberi rujukan oleh seorang dr. Aprin DR. Bahkan petugas medis juga PNS itu berkata tidak sedap kepada Erna Laili ibu pasien. “Sudah tidak dikasih rujukan, oleh dokter Aprin malah tidak ada penanganan sama sekali. Ironisnya malah disuruh ke uji lab dulu. Sementara pasien sesak napas dan butuh pertolongan,” ungkapnya.

Saat Memorandum mendatangi rumah H. Sulistiyono di Kelurahan Karangrejo, benar informasi itu. Plt. Dinas Kesehatan, pengurus IDI dan dr. Aprin disana. Beberapa jam menunggu, terjadi dialog cukup panas didalam rumah H. Sulistiyono. Pasalnya, ada penilaian medis yang disayangkan dan mengancam jiwa keluarganya Agastya. Beberapa saat kemudian, H. Sulistiyo dan keluarga memberikan maaf dengan syarat ada surat penyataan dari dr. Aprin untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Usai pertemuan, dr. Rio Plt Dinas Kesehatan kepada Memorandum mengaku menyayangkan terjadinya peristiwa lalainya pelayanan medis dokter PNS dibawah kendalinya. Untuk itu, Rio berharap agar dokter tidak mengulangi peristiwa pembiayaran seperti pasien Agastya ini. “Saya prihatin, saya minta maaf. Ini adalah kesalahan oknum saja dan saya berjanji tidak akan terulang lagi,” ungkapnya. Sedangkan, dr. Aprin yang ada disana, memilih diam usai pertemuan itu.

Sedangkan, H. Sulistiyo dirumahnya mengatakan ini hanya satu pelajaran potret penanganan kesehatan yang ada. Pihak dr. Eprin sudah memohon maaf dan membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya. Dia berjanji akan lebih teliti dalam memberikan rujukan pasien medis. “Saya sudah maafkan, beruntung anak (angkat) saya Agastya sudah dibawa ke RSUD Blambangan dan kondisinya sudah dirawat baik,” ungkap H. Sulistyo.

Menurut catatan yang diterima Memorandum, Agastya adalah anggota BPJS, Faskes 1 kesehatan yang dimiliki. Sementara dr. Taufik Direktur RSUD Blambangan, dihubungi via telphone mengatakan pasien Agastya sudah ditangani medis RSUD. “Kondisinya mulai membaik,” ungkapnya yang mengaku prihatin kedian itu. (coi)

Sumber | koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Dokter UPT Puskesmas Tapanrejo Minta Maaf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*