Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » KRIMINAL » Ditipu Anak Kost, Rumah Nenek Terancam Dieksekusi PN

Ditipu Anak Kost, Rumah Nenek Terancam Dieksekusi PN

(1045 Views) October 24, 2015 6:43 pm | Published by | No comment

Banyuwangi, Memorandum – Seorang nenek bernama Baiti (55) warga Lingkungan Gentengan RT 04 RW 03, Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Banyuwangi, terpaksa harus menanggung hutang puluhan juta rupiah dan ironisnya rumah tempat tinggal miliknya terancam dieksekusi oleh Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, setelah ditipu oleh Weny Andriyani, karyawan Koperasi Serba Usaha (KSU) Sentosa Multi Artha (SMA), Srono, yang kost dirumahnya.

“Orangnya baik, saya anggap anak sendiri. Kok tega sekali dia,” kata Baiti ditemui Memorandum di Polsekta Banyuwangi, Jum’at (23/10).

Baiti yang sehari-harinya bekerja, sebagai Karyawan di RSUD Blambangan itu baru sadar dirinya benar-benar ditipu setelah menerima salinan Surat Panggilan (Relaas Panggilan Aanmaning) nomor; 79/Pen.Fiat.Eks/2015/PN Bwi dari PN Banyuwangi yang ditujukan kepada Weny Andriyani.

Surat PN Banyuwangi tertanggal 5 Oktober 2015 yang ditanda tangani oleh Panitera/Juru Sita, Irwan Jaya, SH itu menyatakan, supaya Ia (Weny Andriyani, red.) pada hari Selasa 20 Oktober 2015 jam 09.00 wib datang menghadap Ketua PN Banyuwangi untuk ditegor/Aanmaning agar dalam jangka waktu sebagaimana yang ditentukan UU yakni delapan hari setelah diberi tegoran, untuk memenuhi kewajibannya kepada pemohon eksekusi, KSU SMA.

nenek baiti

Baiti, saat melapor ke Polsek Kota Banyuwangi

Dihadapan Polisi, Baiti menjelaskan, awalnya dia percaya ketika Weny bermaksud meminjam SHM miliknya untuk digunakan sebagai agunan pinjaman di KSU SMA tempat Weny bekerja. Saat itu, Weny meminjam sebesar Rp 15 juta. Baitu juga mengaku ikut pinjam sebesar Rp 4,5 juta. Pembayaran angsuran Baiti lancar. Namun, menjelang dua kali angsuran terakhir, Baiti terkejut ada surat penagihan KSU SMA dengan nilai tagihan sebesar Rp 35 juta.

“Ternyata, diluar sepengetahuan saya, diam-diam dia telah meng-kompensasi pinjamannya itu sebanyak dua kali, pertama sebesar Rp 28 juta dan kedua Rp 50 juta. Saya ini sudah tua, sekarang Weny sudah tidak lagi jadi karyawan KSU dan menghilang entah kemana,” kata Baiti, di Polsekta Banyuwangi untuk melaporkan Weny yang menurutnya telah melakukan penipuan dan penggelapan.

Informasi yang dihimpun Memorandum, kasus yang menimpa Baiti itu sudah diproses Hukum di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Gugatan Perdata yang dilayangkan KSU SMA kepada Weny Andriyani, dimenangkan KSU SMA. PN Banyuwangi pun kemudian melayangkan Surat Panggilan (Relaas Panggilan Aanmaning) kepada Weny untuk memenuhi kewajibannya. Menghadapi masalah tersebut, Baiti pun berniat melaporkan Weny Andriyani ke Polsek Kota Banyuwangi. Namun. Pihak Polsek Kota Banyuwangi menyarankan agar Baiti melapor ke Polsek Srono dimana Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada.

Sendy dari KSU SMA Srono saat dikonfirmasi via telephone menjelaskan bahwa saat ini Weny Andriyani sudah tidak lagi menjadi karyawan. Tentang tindaklanjut eksekusi jaminan itu, KSU SMA Srono telah menyerahkan sepenuhnya kepada induk koperasinya di Genteng. (bud)

Sumber : Koran Harian Memorandum

MEMORANDUM

Categorised in:

No comment for Ditipu Anak Kost, Rumah Nenek Terancam Dieksekusi PN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*