Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » EKONOMI » Disperindagtam Larang Pedagang Pasar Srono Tempati Pasar Baru Srono

Disperindagtam Larang Pedagang Pasar Srono Tempati Pasar Baru Srono

(1345 Views) January 26, 2016 4:53 pm | Published by | No comment

Banyuwangi, Memorandum – Para pedagang di Pasar Tradisional Srono, mempertanyakan kapan mereka dapat segera menampati bangunan pasar baru yang dibangun dengan dana APBN 2015 sebesra Rp 5,5 miliar yang saat ini telah selesai dibangun.

Pasar Srono Banyuwangi

Pantauan Memorandum di lapangan, bangunan yang terdiri atas enam bangunan los pasar dan satu pertokoan berdiri cukup kokoh dan megah itu memang masih kosong dan belum ditempati para pedagang. Sejak pengerjaan pembangunan Pasar Srono  rampung, sejumlah pedagang yang kini masih  menempati tempat relokasi mulai menanyakan waktu pindah kepada pengurus paguyuban pasar. “Mereka menanyakan kapan boleh menempati los pasar itu,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Srono,  Supriyanto (60), mengatakan, renovasi Pasar Srono memang sudah selesai. Seluruh pekerja proyek juga sudah meninggalkan lokasi. Demi keamanan bangunan, pagar seng yang mengitari lokasi proyek tetap terpasang. “Pengerjaan sudah selesai, kita tetap awasi demi keamanan,” katanya.

Terkait pertanyaan dari para pedagang itu, Supriyanto mengaku belum berani menjawab. Sebab, Dinas Perindustrian, Perdagangan,  dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi,  selaku pemilik proyek belum pernah menyampaikan apa pun kepada paguyuban  pasar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disperindagtam Banyuwangi, Ir Hary Cahyo Purnomo yang dihubungi melalui sambungan telephon mengatakan, hingga kini kewenangan pengelolaan pasar termasuk penempatan para pedagang, masih dibawah Dinas Pendapatan (Dispenda). “Intinya pasar selesai dan sudah siap ditempati, tapi masih dalam masa pemeliharan,” ungkapnya.

Menurut Hary Cahyono, Disperindagtam bahkan berkeinginan untuk menjadikan pasar Srono sebagai salah satu pasar ber-SNI. Sementara untuk mengarah menjadi pasar ber SNI, kata Hary, diantaranya perlu ada penambahan sejumlah ruang baru. Di antaranya, ruang laktasi atau ruang menyusui, ruang bulog untuk keseimbangan harga, ruang kesehatan, serta dilengkapi sarana peribadatan. Tidak hanya itu, setiap los juga harus ditempati oleh para pedagang dengan jenis dagangan yang sama. “Jadi pedagang nantinya dilokalisir di tempatkan teratur, tidak tumpang tindih,” katanya. (ndy)

Sumber : Koran Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Disperindagtam Larang Pedagang Pasar Srono Tempati Pasar Baru Srono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*