Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Disnak Semprot Ribuan Unggas Mati Mendadak

Disnak Semprot Ribuan Unggas Mati Mendadak

(591 Views) March 19, 2016 9:28 am | Published by | No comment
Kepala Disnak Kab Banyuwangi, Heru Santoso

Kepala Disnak Kab Banyuwangi, Heru Santoso

Banyuwangi, Memorandum – Menyusul temuan virus flu burung yang mengakibatkan ribuan ternak unggas di Dusun Sumberrejo, Desa Wriginagung, Kecamatan Gambiran, mati mendadak dalam satu bulan terakhir, pihak Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Banyuwangi melakukan penyemprotan disinfektan di kandang-kandang milik peternak maupun warga di daerah tersebut. “Dinas Peternakan telah melakukan penyemprotan dis-infektan disamping pemberian vaksinasi,” jelas Kepala Dinas Peternakan, Heru Santoso, melalui telepon selulernya, Jum’at (18/3).

Menurut Heru Santoso, Desa Wringiagung yang merupakan salah satu sentra peternakan itik dalam satu bulan terakhir ini mulai terserang virus flu burung dan mengakibat kerugian cukup besar. Terkait itu, petugas Disnak di lapangan juga akan memperketat distribusi unggas di wilayah tersebut. “Maka dari itu, sementara waktu masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan transaksi jual beli unggas dari daerah yang terkena wabah virus flu burung,” kata Heru.

Heru menambahkan, bila masyarakat maupun peternak menemukan atau mengetahui unggas yang terserang penyakit ini, dengan ciri-ciri unggas mati mendadak yang disertai warna kulit membiru serta keluar lendir pada paruhnya, agar secepatnya melapor ke Dinas terkait. Sedangkan untuk penangganan unggas yang telah mati terserang virus agar segera dibuatkan lobang, dibakar dan  seterusnya ditimbun tanah supaya virus tidak menyebar.

Untuk diketahui, jumlah populasi unggas jenis bebek di Desa Wringinrejo kurang lebih sekitar 9 ribu ekor. Yang terserang virus H5N1 dan mati mencapai 6.200 ekor. Belum lagi dengan populasi ayam yang mencapai 1500 ekor dan yang mati sekitar 1300 ekor. Ditaksir kerugian peternak di Desa Wringinagung mencapai Rp. 500 Juta.

Menanggapi masalah tersebut, anggota Komisi II DPRD Banyuwangi, Andik Purwanto, berharap penangganan virus flu burung oleh Pemerintah daerah dilakukan dengan serius. Menginggat penyakit flu burung tersebut dapat juga menular kepada manusia. “Penangganan virus flu burung harus dlakukan dengan serius, agar wabahnya tidak meluas kemana-mana,” tegasnya. (ydi)

Sumber : Koran Haroan Memorandum

Categorised in: ,

No comment for Disnak Semprot Ribuan Unggas Mati Mendadak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*