Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Dengan Batok Kelapa, Pria Banyuwangi Ini Go International

Dengan Batok Kelapa, Pria Banyuwangi Ini Go International

(1281 Views) October 2, 2015 2:27 pm | Published by | No comment

BANYUWANGI – Berpikir kreatif dan pantang menyerah sepertinya menjadi motto hidup bagi Ahmad Fathoni Lisanda dan Khotibin warga asal Dusun Kejoyo, Desa Tambong, Kecamatan Kabat. Bergelut dengan industri kerajinan dari pelepah pisang dan batok kelapa, pria asal Banyuwangi ini bisa go International. Produk-produk kerjinan dari Kejaya Handycraf ini banyak diminati sejumlah negara baik di kawasan Eropa dan Amerika.

Tak pelak pesanan demi pesanan pun datang silih berganti. Kejaya Handycraft harus memperkerjakan sekitar 150 orang warga sekitar untuk menggarap pesanan. Di Kejaya Handycrat ini pelepah pisang dan batok kelapa yang diolah menjadi tas, dompet hingga Bra.

Butuh kerja keras keras untuk berada dalam posisi saat ini. Khotibin menceritakan usaha kerjinan ini dirintis pada tahun 1993 silam. Pada saat itu perintisnya adalah Ahmad Fathoni Lisanda rekan Khotibin. Usaha ini tidak langsung mendapat sambutan pasar yang cukup menggembirakan. Usaha yang digeluti Toni pun harus kembang kempis lantaran kondisi pasar yang belum bergairah saat itu.

Belum lagi pada tahun 1998 harus terkena dampak krisis moneter. Hingga akhirnya, Toni menggandeng Khotibin untuk mengembangkan usaha kerajinan ini. Keduanya pun berusaha memperluas pangsa pasar kerajinan. Sebelumnya, Kejaya Handycraft hanya mengandalkan pasaran dengan pola menitipkan barang barang kerajinan ke sejumlah Art shop di Bali.

Tak pelak pola ini juga tidak mampu mendongkrak penjualan. Sejumlah pemilak Art Shop hanya membayar barang-barang yang telah laku terjual. Sementara sisanya banyak yang hangus tidak terbayar. Sejak keduanya join pada tahun 1998 ini dan setelah krisis moneter mereda, pola pemasaran pun diubah. Kejaya Handycraft mencoba peruntungan untuk mengikuti sejumlah pameran yang digelar oleh Pemerintah. Dari sini, Khotibin mengaku pentingnya dukungan pemerintah untuk mengembangkan indutri kreatif ini.

“Pemerintah Kabupaten memang banyak membantu terutama untuk akses pemasaran. Beberapa kali kami mengikuti pameraan-pameran dan alhamdulilah ada beberapa konsumen luar negeri yang nyantol. Sejak saat itu banyak pesanan dari luar negeri,” tambah Khotibin.

kejaya Handicraff

Usaha Kejaya Handycrfat mulai berkembang pesat sekitar tahun 2000 silam. Saat itu ada seorang tamu dari Inggris yang memesan tempat tisu dan lilin dari bahan alami. Tak tanggung-tanggung pesanan order satu kontainer yang harus dipenuhi dalam kurun waktu dua bulan.

Kejaya Handycraft pun berusaha memenuhi pesanan tersebut dan harus melibatkan ratusan pekerja untuk memenuhi pesanan tersebut. Hasilnya pun tidak mengecewakan. Kejaya Handycraft bisa memenuhi pesanan tersebut. Rupanya dengan mengikuti event-event pameran dianggap sebagai cara yang efektif untuk memasarkan produk.

Kabupaten Banyuwangi yang melimpah dengan kelapa, Kejaya Handycraft pun memanfaatkan bahan-bahan tersebut sebagai produk kerajinan. Sejumlah produk-produk tersebut kemudian dipamerkan di sejumlah event pameran nasional. “Waktu pameran INA Craft di Jakarta ada konsumen dari Hawai dan Florida yang nyantol. Mareka pesan beberapa produk dari Batok Kelapa. Kuncinya usaha ini memang harus kreatif dan inovatif,” ujarnya.

Saat ini Kejaya Handycraft sedang dibanjiri order kerjinan dari Batok Kelapa. Diantaranya adalah produk berupa tas dan Bra. Dengan 30 orang karyawan tetap dan dibantu 150 orang tenaga borongan, home industri mampu memenuhi permintaan luar negeri. Untuk tas dari Batok Kelapa, Kejaya Handycraft mampu memproduksi 10 ribu produk per bulan dikirim ke Hawai.

“Tas Batok kelapa ini dikirim ke Hawai. Kalau harga eceran kami jual per biji Rp25 Ribu sedangkan untuk harga grosir Rp15 Ribu. Untuk pengiriman memang sudah ada yang menangani. Kami yang memproduksi,” kata Khotibin.

Selain tas batok kelapa, yang saat ini lagi booming adalah permintaan bra dari batok kelapa. Salah satu pakaian dalam perempuan ini juga sedang booming di kawasan Jamaika dan Myrtle Beach California Selatan.

“Untuk bra kami bisa mengirim 5 ribu unit per bulan. Untuk produksi BH kami lakukan di tiga departemen Kejaya Handycraft dengan melibatkan tenaga borongan dan karyawan,” ujarnya.

Khotibin menjelaskan, teknik pembuatan BH dari batok kelapa ini dibagi menjadi tiga departemen yang terdiri dari pembentukan, pemasangan tali dan finishing. BH dari batok kelapa ini, kata Khotibin, memang nyaman untuk digunakan. Karena dalam proses pembuatannya memang disesuaikan dengan ukuran yang telah ada. Untuk satu kelapa ini dijadikan menajdi satu bra dengan dibentuk beragam ukuran.

“Untuk kelapa di Banyuwangi memang gudangnya sehingga kami tidak perlu khawatir dengan bahan baku. Untuk desainya memang kami lebih banyak mengikuti trend dan permintaan pasar. Industri ini memang harus kaya dengan inovasi agar pelanggan tidak lari,” ujar pria berjanggut ini.

Dan hampir semua bahan dari kelapa yang digunakan untuk kerajinan ini tidak terbuang. Mulai dari lidi, manggar, pohon hingga batok kelapa. Semuanya digunakan untuk industri ini.

Pun juga dengan alat musik dari batok kelapa juga banyak diminati seperti karimba dan marakat. Alat musik ini banyak dikirim ke sejumlah negara di eropa seperti Prancis dan London. Namun demikian, Khotibin juga tak melupakan pasar-pasar lokal yang terus tumbuh seperti daerah-daerah yang banyak dikunjungi oleh wisawatan seperti Bali dan Yogyakarta. “Pasar lokal memang masih bagus saat ini. Kalau bergantung dengan pasar luar negeri tidak bisa karena tergantung dengan nilai tukar rupiah,” jelasnya.

Sayangnya, Khotibin enggan menyebut berapa omzet perbulan usahanya itu, “Gak usahlah kalau omxzet. Yang penting cukup untuk membayar gaji karyawan dan gaji borongan. Untuk itu harus mengeluarkan sekitar Rp50 juta per dua bulan. Sedangkan per tahun bisa mengekspor produk-produk ini hingga lima kali,” paparnya

(wdi)okezone.com

Categorised in: ,

No comment for Dengan Batok Kelapa, Pria Banyuwangi Ini Go International

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*