Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » EKONOMI » Daging Impor Datang, Peternak Sapi Meradang

Daging Impor Datang, Peternak Sapi Meradang

(1113 Views) February 5, 2016 2:52 pm | Published by | No comment
Sapi import di Banyuwangi

H Fauji, dan Sapi dagangannya

Banyuwangi, Memorandum – Kebijakan impor daging yang dilakukan pemerintah ternyata berimbas kepada pedagang dan peternak sapi di Banyuwangi. Kebijakan tersebut membuat para pedagang kesulitan menjual sapi-sapi yang dijajakannya. Mereka meminta agar pemerintah segera menyetop impor daging sapi. Haji Fauji (48) Pedagang sapi asal Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, mengatakan sejak diberlakukannya impor daging, membuat penjualan sapi lesu. Menurutnya, banyak pembeli biasa membeli sapi darinya mulai berfikir ulang. Hal itu lantaran mereka kesulitan untuk menjual kembali. “Sejak seminggu terakhir pasar sepi, pedagang dari luar kota enggan berbelanja banyak,” terangnya.

Bisanya saudagar sapi dari sejumlah kota di Jawa Timur banyak datang membeli sapi dari Banyuwangi untuk dijual kembali. Namun akibat impor sapi tersebut dilakukan, membuat pedagang mengurangi jumlah pembelian. Penurunan angka pembelian ini diprediksi mencapai 70 persen dari sebelumnya. “Pedagang dari Jombang, Malang, Surabaya tak mau datang lagi,” kata Fauji. Menurutnya, dari jumlah stok sapi yang biasa dibawa ke pasar masih cukup banyak. Biasanya, setiap kali menjajakan sapi sebanyak 20 sampai 30 ekor sapi, hanya tersisa 5 ekor perhari. Namun kali ini kondisinya jauh berbeda, pasalnya dari jumlah 30 ekor sapi hanya laku 7 ekor saja. “Kita harus keluar biaya banyak untuk merawat sapi ini lebih lama,” keluhnya

Pihaknya juga menyayangkan, sebenarnya iklim pasar sapi di Banyuwangi sudah mulai membaik. Banyak peternak lokal yang mulai memilih untuk kembali membeli sapi dan berusaha untuk melakukan penggemukan. Namun, niat tersebut saat ini seolah sirna lantaran mereka dihantui oleh harga sapi yang terus anjlok. “Tak hanya pedagang, peternak juga mulai enggan membeli sapi,” ujarnya

Harga sapi di tingkat peternak saat ini rata-rata mengalami penurunan yang cukup drastis. Harga sapi ukuran sedang rata-rata bobot 1 kuintal biasa dijual Rp 18 juta per ekor, namun kini harganya jatuh dikisaran Rp 13 juta per ekor. Sementara harga sapi anakan jenis semental umur 3 bulan, harga biasanya mencapai Rp 2,5 juta per ekor, namun  kali ini hanya Rp 1,3 per ekor. Meskipun harga turun, masih tak membuat peternak maupun pedagang lain tertarik untuk membeli. “Alasannya, banyak jagal sapi sebagai pelanggan yang memilih daging impor yang harganya jauh lebih murah,” imbuhnya. (ndy)

Sumber : Koran Harian Memorandum

Categorised in: ,

No comment for Daging Impor Datang, Peternak Sapi Meradang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*