Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » KRIMINAL » Buronan Kasus Perampokan Gudang Garam Didor

Buronan Kasus Perampokan Gudang Garam Didor

(1099 Views) November 2, 2016 11:02 am | Published by | No comment
buronan-kasus-perampokan-gudang-garam-didor

– Supriyanto alias Kampret, dikawal petugas menuju ruang tahanan

Banyuwangi, Memorandum – Seorang buronan kasus perampokan di Kantor Gudang Garam, Rogojampi berhasil ditangkap Polisi. Pelaku diketahui bernama Supriyanto alias Kampret, (35), warga Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, Jember. Pria ini diketahui merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan. Polisi menghadiahi pelaku dengan timah panas.

Tim Resmob Polres Banyuwangi menangkap tersangka di rumahnya. Pria berpostur tinggi ini baru berhasil ditangkap karena yang bersangkutan langsung kabur setelah melakukan aksi perampokan akhir Mei lalu. Selama tersangka menghilang, Polisi terus mengawasi kediaman pelaku. “Begitu kami dapat ada informasi tersangka pulang ke rumahnya langsung kita tangkap,” jelas Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Dewa Putu Prima Yogantara Parsana, Selasa (1/11).

Proses penangkapan tersangka tidak berjalan mudah. Pelaku sempat melakukan perlawanan agar lolos dari tangkapan petugas. Akhirnya, petugas terpaksa melumpuhkan tersangka dengan menghadiahi tembakan di bagian kaki kanannya. Tersangkapun digelandang ke Polres Banyuwangi untuk dilakukan pemeriksaan. Kepada petugas dia mengakui keterlibatannya dalam perampokan itu. Dewa Putu Prima Yogantara Parsana menyatakan, tersangka memiliki peran penting dalam perampokan tersebut. Dia merupakan salah satu pelaku utama dalam aksi yang berhasil menggondol uang ratusan juta tersebut. “Dia yang mengikat satpam saat perampokan itu terjadi,” bebernya.

Dari hasil perampokan tersebut, lanjut Polisi kelahiran Bandung ini, tersangka mengaku mendapatkan bagian sebesar Rp 25 juta. Selain itu pria ini juga mendapatkan bagian TV dan Laptop hasil jarahan di kantor Gudang Garam.

Tersangka, lanjut Dewa Putu Prima Yogantara Parsana, ternyata sebelumnya sudah pernah terlibat kasus kejahatan. Pada tahun 2003, kata Dia, tersangka ini pernah ditangkap dalam kasus pencurian dengan pemberatan. “Kami masih melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk mengetahui apakah dia terlibat kasus lain,” jelasnya lagi.

Dihadapan Polisi, tersangka mengaku dia ikut terlibat dalam aksi perampokan itu karena diajak temannya. Menurutnya, dia direkrut dalam komplotan itu pada hari yang sama kejadian perampokan itu. “Ketika itu saya sedang bekerja di lading tebu, tiba-tiba diajak teman saya,” kata pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani ini.

Selama ini, Supriyanto mengaku kabur ke Bali. Di sana, dia mengaku bekerja serabutan untuk menyambung hidup. Mengenai uang Rp 25 juta dari pembagian hasil perampokan menurutnya digunakan untuk keperluan sehari-hari. “Uangnya saya gunakan untuk kebutuhan keluarga,” katanya.

Untuk diketahui, perampokan di Kantor Gudang garam terjadi pada 26 Mei lalu. Pelaku diperkirakan berjumlah 8 orang. Sebelum beraksi mereka lebih dahulu melumpuhkan Satpam yang menjadi tempat itu.

Dalam perkembangannya, Polisi akhirnya berhasil mengungkap kasus itu. Salah satu satpam yakni Joko Purnomo ternyata terlibat. Selain Joko Purnomo Polisi menangkap dua tersangka lain yakni Anang Supriyanto, (26), warga Dusun/Desa Kesilir, Wuluhan, Jember, dan M. Yusuf, (36), warga Desa Barjarejo, Gumukmas, Jember.  Dengan tertangkapnya Supriyanto sudah 4 pelaku perampokan yang berhasil ditangkap. (jai/bud)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Buronan Kasus Perampokan Gudang Garam Didor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*