Bupati Minta Warga Banyuwangi di Bali Jaga Citra Daerah

849 views
banner 468x60)

Denpasar – Bupati Abdullah Azwar Anas mengajak seluruh masyarakat Banyuwangi yang merantau di Bali untuk menjaga citra daerah dengan turut menjaga keamanan dan kerukunan selama di perantauan. Pesan ini disampaikan Bupati Anas saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang diselenggarakan Ikawangi Dewata, di Lapangan Mahendradata, Denpasar, Sabtu (31/1).

Bupati mengatakan saat ini citra Banyuwangi yang dulu terkenal sebagai daerah klenik dan terbelakang mulai berubah sebagai daerah yang terus berinovasi dalam pembangunan. Semua ini tidak lepas dari peran serta seluruh masyarakat Banyuwangi yang bertekad kuat untuk berbenah dan terus memperbaiki diri. “Citra daerah semain baik berkat dukungan semua masyarakat, tidak terkecuali masyarakat Banyuwangi yang ada di Bali ini” kata Bupati.

Bupati melanjutkan, berkat citra daerah yang positif berbagai capaian pembangunan mulai diraih oleh Bumi Blambangan. Salah satunya  Banyuwangi kini menjadi derah investasi yang menjanjikan bagi para investor di Jawa Timur. “Pada 2010 minat investasi  di Banyuwangi berada di rangking 31 di jawa Timur, namu berkat kerja keras seluruh rakyat, minat investasi  naik menjadi rangking 3 se Jatim,” ujar Bupati.

Tidak hanya itu saja berbagai capaian pembangunan lainnya pun diraih kota The Sunrise Of Java ini. Ikhtiar pemerintah daerah untuk memberikan pendidikan terbaik bagi masyarakat pun bisa diwujudkan dengan berdirinya Politeknik Negeri Banyuwangi dan Universitas Airlangga. “Pemerintah daerah juga melengkapi instrument pendidikan dengan berbagai beasiswa,” cetus Bupati.

Bidang infrastruktur juga terus dikebut. Selama masa kepemimpinannya, Bupati Anas mengatakan konsisten untuk terus membuka aksesibilitas wilayah dan memperbaiki jalan-jalan yang rusak. Tidak kurang setiap tahun 300 KM jalan dibangun oleh pemerintah. Tidak hanya itu, pembangunan waduk bajulmati juga terus didorong penyelesainnya sebagai salah satu sumber air bagi masyarakat Banyuwangi di wilayah utara dan kawasan industri. “Anggaran bidang infrastruktur juga terus meningkat, tahun ini alokasinya Rp. 490 miliar,” ujarnya.

Menjaga citra daerah yang terus positif, lanjut Bupati juga telah mendorong Banyuwangi mendapatkan pengakuan dari dunia internasional sebagai kota pertama di Indonesia dalam jaringan Compassionate City atau kota welas asih yang aman dan penuh kerukunan. Bahkan atas label ini, Banyuwangi telah dipercaya sebagai tempat pelaksanaan thankasgiving day kedubes AS Indonesia beberapa waktu lalu sampai  diundang oleh Kementrian Luar Negeri Australia untuk melakukan studi banding dan penjajakan kerjasama.

“Semua ini tidak pernah kita rencanakan sebelumnya, namun Banyuwangi  mendapatkan itu semua. Kita juga diundang oleh Korsel awal Februari karena Banyuwangi menjadi kabupaten digital society pertama di Indonesia,” urai Bupati Anas.

Bupati  pun berharap semoga semua pembangunan dan kemajuan yang telah diraih oleh Banyuwangi tersebut bisa memotivasi segenap masyarakat, khususnya di perantauan untuk turut membangun daerah. “Mari bersama-sama memajukan daerah dimanapun berada. Jangan lupa untuk menjaga segala perilaku dan sikap selama di perantauan,” pungkas Bupati Anas.

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Bali dan kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. Sementara tausiah diisi oleh Ust. CPM Kapt. Ali Imron. (Humas Protokol)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply

*