Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PENDIDIKAN » Bupati Ingin Tumbuhkan Budaya Mendidik Bagi Guru

Bupati Ingin Tumbuhkan Budaya Mendidik Bagi Guru

(895 Views) August 27, 2014 9:04 am | Published by | No comment

BANYUWANGI – Sektor pendidikan dasar menjadi perhatian Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.  Bukan hanya perhatian pada peningkatan mutu dan kualitas sekolah negeri, Bupati Anas kali ini juga akan menyasar sekolah yang pengelolaannya di luar Pemkab Banyuwangi. Bupati Anas berencana akan membentuk sebuah forum sekolah negeri dan swasta yang akan merumuskan langkah-langkah baru agar kualitas sekolah negeri dan swasta sama-sama terjaga mutunya.

Itu dikatakan Bupati Anas saat melakukan pertemuan dengan seluruh stake holder kependidikan di aula Dinas Pendidikan, Senin (25/8). “Selama ini kan pengawasan banyak dilakukan di sekolah-sekolah negeri, sementara  sekolah swasta kurang mendapat perhatian. Padahal belakangan ini siswa – siswa yang menonjol banyak bermunculan dari sekolah swasta,” kata bupati. Karena itu, Bupati Anas juga mulai akan memperhatikan sekolah swasta, termasuk sekolah keagamaan seperti Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah.

Orang nomor satu di Banyuwangi itu juga berkomitmen untuk terus menumbuhkan  budaya mendidik bagi para guru. “Saya ingin menaikkan budaya mendidik ini satu grade lebih tinggi. Bagaimana budaya mendidik tak hanya tumbuh  di sekolah saja namun juga di lingkungan luar sekolahnya,” ujar Bupati Anas. Dicontohkan olehnya, di dalam kelas seorang guru diteladani  oleh muridnya. Di luar sekolah, ia juga harus mampu menjadi penggerak dan motivator bagi lingkungannya. “Jadi jangan  hanya baik di sekolah saja, namun di luar berperilaku negatif,” seloroh bupati.

Menurutnya, hasil dari budaya mendidik ini adalah bisa dirasakan oleh banyak orang, khususnya yang berhubungan langsung  dengan dunia pendidikan. Sehingga dampak positif yang dirasakan, ke depan, salah satunya tidak boleh  ada lagi pungutan liar (pungli) di sekolah-sekolah.

 Bupati juga membeberkan tentang penanganan buta aksara di Banyuwangi yang jumlahnya mengalami penurunan. Dari 47.335 orang yang buta aksara, verifikasi Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru menyatakan jumlahnya menurun menjadi 28.900 orang. Dari angka 28.900 orang itu terhitung 16.892 orang yang sudah lulus tributa, sementara 12.008 orang belum lulus.  “Kami akan keroyok bareng-bareng pemberantasan tributa bersama-sama dengan berbagai lembaga pendidikan seperti Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang di Banyuwangi jumlahnya mencapai 52 lembaga. Juga dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (42 lembaga), PAUD (1470 lembaga) dan TK (806 lembaga),” tukasnya. Pasca pembentukan tim pemburu buta huruf dan putus sekolah pada awal 2014, bupati menargetkan 2015 nanti Banyuwangi sudah bebas dari buta aksara. (Humas & Protokol)

Categorised in:

No comment for Bupati Ingin Tumbuhkan Budaya Mendidik Bagi Guru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*