Bupati Beri Arahan Pada Peserta Latsitarda Nusantara

1292 views
banner 468x60)

BPTI ARAHANBANYUWANGI – Sebanyak 1200 peserta Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara ke XXXIV berkumpul di Pendopo Shaba Swagata, Minggu (1/6). Sebelum melaksanakan upacara penutupan Latsitarda di Taman Blambangan besok (2/6), para taruna, praja dan mahasiswa tersebut mendapatkan pengarahan dan berdialog langsung dengan Bupati Abdullah Azwar Anas. Bupati Anas mengatakan mengatakan para taruna, praja dan mahasiswa yang mengikuti Latsitarda saat ini akan menghadapi tantangan yang lebih berat dari generasi sebelumnya. Terutama dengan akan berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 mendatang. “Dengan 600 juta penduduk ASEAN yang akan bebas untuk masuk ke Indonesia kita akan menghadapi persaingan ekonomi, masalah sosial dan keamanan yang lebih rumit dan kompleks,” kata Bupati Untuk menghadapi itu, Bupati berpesan agar seluruh taruna, praja dan mahasiswa tetap optimis dan percaya diri. Karena setiap orang dari manapun asal dan latar belakang keluarga memiliki kesempatan yang sama untuk sukses dan berhasil. “Yang penting adalah optimis, dan mensyukuri apapun yang ada. Jangan lupa selalu meminta doa dan restu dari orangtua,” ujar Bupati Anas. Pada kesempatan itu Bupati juga menyampaikan perkembangan pembangunan di Banyuwangi serta beberapa kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah. Seperti pengembangan daerah yang tidak ingin memfotocopy kota-kota besar, dengan melarang pembangunan mall-mall ataupun pasar modern sebagai pendorong sekaligus proteksi bagi tumbuhnya pemberdayaan ekonomi mikro. Pada sesi dialog, salah satu mahasiswa bernama Ari dari Cimahi menanyakan bagaimana cara Bupati Anas melihat peluang yang ada di Banyuwangi dan memanfaatkannya untuk membangun daerah. Sedangkan salah satu taruna dari Akademi Angkatan Laut bernama Yosi menanyakan bagaimana generasi muda mempertahankan motivasi untuk bisa maju. Bupati Anas menjawab, untuk melihat peluang daerah diawali dengan melakukan identifikasi masalah ataupun potensi yang dimiliki. Secara geografis, letak Banyuwangi terisolasi dan jauh dari pusat pemerintahan provinsi. Untuk membuka peluang bagi Banyuwangi maka perlu memotong jarak dan membuka pintu investasi. “Dalam program 100 hari kami mengoperasikan bandara sebagai gerbang investasi dan menggerakkan ekonomo,” urai Bupati. Selain itu dalam pengembangan pariwisata Banyuwangi memiliki potensi alam berupa hutan yang cukup luas. Untuk itu Banyuwangi melihat potensi pengembangan pariwisata ecotourism. “Sekarang wisata alam menjadi primadona bagi wisatawan high class dan Banyuwangi mengambil peluang ini. Kami melakukan MoU dengan Kemenhut untuk bisa mengelola hutan dan mengembangkannya sebagai pariwisata,” ungkap Bupati. Sementara itu untuk menjaga motivasi, Bupati berpesan agar etiap pemuda mampu menjaga pergaulan terutama dalam memilih teman. Karena teman yang baik akan membawa pengaruh positif begitu pun sebaliknya. “Selain itu juga penting membaca autibiografi orang-orang terkenal dan berpengaruh untuk menjadi inspirasi.” pungkasnya. Pada acara tersebut turut hadir Komandan Resimen Taruna Latsitarda, Kolonel Penerbang Brugman gustav, Wakil Gubernur AAl, Wakil Gubernur Akpol dan Karo IPDN serta jajaran Forpimda Banyuwangi. Sebagi Informasi Latsitarda Nusantara ke XXXIV telah berlangsung selama sebulan sejak 10 mei-2 Juni. Latsitarda dilaksanakan di empat Kabupaten Yakni Banyuwangi, Jember, Situbondo dan Bondowoso. Kabupaten Banyuwangi menjadi markas komando selama Latsitarda berlangsung. Di Banyuwangi kegiatan di pusatkan di Kecamatan Muncar, Srono dan Gambiran. Kegiatan yang dilaksanakan selama para taruna berada di masyarakat berupa kegiatan fisik dan non fisik. Kegiatan fisik diantaranya terlibat dalam program-program pemerintah daerah seperti P2JD rehab jalan, rehab tempat ibadah. Sedangkan program non fisik seperti penyuluhan, riset sosial, wisata juang, dan bakti sosial. (Humas Protokol)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply

*